Lanjutkan Tradisi Soekarno dan Mega, Puan Maharani Silaturahmi dengan Kiai Muda NU

- Kamis, 16 Juni 2022 | 14:29 WIB
Puan Maharani bersilaturahmi dengan kiai-kiai muda NU se-Jawa Timur. (dok. Media Ketua DPR RI)
Puan Maharani bersilaturahmi dengan kiai-kiai muda NU se-Jawa Timur. (dok. Media Ketua DPR RI)

SURABAYA, suaramerdeka-jakarta.com – Puan Maharani melanjutkan tradisi yang dibangun Soekarno dan Megawati Soekarnoputri dengan menggelar silaturahmi dengan kiai-kiai muda Nahdlatul Ulama (NU) se-Jawa Timur.

Kiai-kiai muda yang lazim dipanggil Gus ini merupakan putra pemilik pondok pesantren besar di Jatim. Pertemuan bertajuk “Ta'aruf Mbak Puan dengan para Gus (Gawagis)” ini berlangsung secara informal di Surabaya, Rabu (15/6/2022) malam.

Puan Maharani mengungkapkan, silaturahmi ini merupakan tradisi keluarga yang diturunkan dari orangtua mereka. Seperti diketahui, Presiden Pertama RI, Soekarno memiliki kedekatan dengan NU semasa hidupnya. Demikian juga halnya Megawati Soekarnoputri yang punya hubungan baik dengan para ulama.

“Ini forum yang bagus untuk menjahit silaturahmi para kakek-kakek kita. Dan sekarang kita genersi ketiga melanjutkannya,” kata Puan.

Baca Juga: Pemulung, Mata Rantai Kerja Besar Merawat Lingkungan

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPR RI itu meminta agar silaturahmi seperti ini dilakukan secara berkala, agar senantiasa dekat dengan para kiai. Sebab, pertemuan ini menjadi kerangka pijakan untuk menjalin silaturahmi secara berkala dalam kerangka keluarga besar Indonesia. Apalagi, pertemuan banyak diisi dengan membicarakan masa depan bangsa Indonesia.

“Silaturahmi didasari niat untuk membangun Indonesia ke depan. Tugas kita menjaga Indonesia yang berbineka. Dulu Bung Karno dan para kiai selalu bergandengan. Bu Mega dan Gus Dur seperti kakak-adik, ke mana-mana selalu rendengan. Kenapa kita tidak seperti itu sekarang?” tuturnya.

Beberapa kiai muda yang ikut dalam silaturahmi adalah Pengasuh Pondok Pesantren Langitan Tuban, KH Maksum Faqih, KH Nabil Hasbullah (Ponpes Darul Hikam Ponorogo), KH Moh Hasib Wahab (Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang), dan KH Moh Hisyam (Probolinggo), KH Nabil Hasbullah (Pondok Pesantren Darul Hikam Joresan Mlarak Ponorogo).

Baca Juga: Indonesia Kembali Terancam Gelombang Covid-19, Nose Sanitizer Menjadi Pilihan untuk Membendungnya

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Semeru Awas! Hampir 2 Ribu Jiwa Mengungsi

Minggu, 4 Desember 2022 | 18:18 WIB

Prita Kemal Gani Terus Menginspirasi.

Minggu, 4 Desember 2022 | 11:46 WIB

Peneliti Asing Erik Meijaard Dilaporkan Melanggar UU

Sabtu, 3 Desember 2022 | 23:57 WIB

Gempa 6,4 Garut, BNPB Sebut Ada Warga yang Terluka

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:59 WIB
X