Peradi Prihatin dengan Kondisi Organisasi Advokat Saat Ini

- Sabtu, 18 Juni 2022 | 13:46 WIB
Ketua Dewan Pengurus Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jakarta Pusat TM Mangunsong SH  (Istimewa)
Ketua Dewan Pengurus Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jakarta Pusat TM Mangunsong SH (Istimewa)

JAKARTA– Ketua Dewan Pengurus Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jakarta Pusat TM Mangunsong SH mengaku prihatin melihat perkembangan banyaknya organisasi advokat saat ini yang masing-masing dapat melakukan pendidikan dan ujian advokat, namun tidak memiliki standard mutu yang sama.

 “Kami sangat prihatin dengan kondisi organisasi advokat saat ini,” ujar TM Mangunsong yang didampingi Ketua Panitia Ir Anita Andrianie SH MH dalam acara Halal Bihalal dan Diskusi Internal bertajuk, “Organisasi Advokat Terkini” yang digelar DPC Peradi Jakpus di Hotel Grand Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022), yang juga dihadiri Wakil Ketua Umum DPN Peradi Dr Ifdhal Kasim, sekaligus jadi pembicara dalam diskusi.

Kondisi tersebut, kata Mangunsong, melahirkan advokat-advokat baru yang kurang berkualitas, dan ada kecenderungan menjadikan organisasi advokat sebagai ajang mencari keuntungan dengan berlomba-lomba melakukan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan ujian advokat serta meluluskan advokat baru sebanyak-banyaknya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Mestinya Tegur Partai Nasdem, Bawa-bawa Jenderal Andika ke Politik Praktis

“Hal itu tidak sejalan dengan tujuan dibentuknya organisasi advokat sebagai garda terdepan dalam melahirkan advokat yang  berkualitas, karena advokat adalah profesi terhormat (officium nobile) yang menjadi salah satu garda terdepan dalam penegakan hukum dan keadilan di Indonesia,” jelas Mangunsong.

Tidak hanya prihatin akan banyaknya organisasi advokat, Mangunsong juga mengaku prihatin akan tidak adanya suatu kode etik dan suatu dewan kehormatan yang keputusannya mengikat semua advokat dari berbagai organisasi, sehingga menimbulkan mudahnya advokat menghindari sanksi etik.

“Karena bila terkena sanksi dari satu organisasi maka dia dengan mudah dapat pindah ke organisasi lain. Hal ini tentu sangat tidak sehat dan sangat memprihatinkan bagi terciptanya kredibilitas dan profesionalitas advokat menuju profesi advokat sebagai profesi yang terhormat (officium nobile),” sesal Mangunsong.

Baca Juga: Penjelasan Polisi Yang Membenarkan 2 Bobotoh Meninggal di Laga Persib vs Persebaya

Menyikapi kondisi yang memprihatinkan tersebut, Mangunsong pun mengusulkan sejumlah hal.

Halaman:

Editor: Fauzan Jazadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Pastikan Usut Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo

Minggu, 25 September 2022 | 21:58 WIB

Festival Film Pelajar Dihidupkan Lagi.

Minggu, 25 September 2022 | 16:50 WIB

Pakar Kasih Bocoran Tips Bisnis Gunakan Aplikasi Whatsapp

Minggu, 25 September 2022 | 14:58 WIB

LVRI Ingin Generasi Mendatang Berkarakter Kebangsaan

Minggu, 25 September 2022 | 12:48 WIB

Dubes Ukraina Tetap Diplomasi ke Yogya Meski Cedera Kaki

Minggu, 25 September 2022 | 10:32 WIB

PHE Aktif Buru Cadangan Migas dengan Teknologi Mutakhir

Minggu, 25 September 2022 | 09:32 WIB
X