Revitalisasi Bahasa Daerah untuk Jaga Kelangsungan Hidup Bahasa dan Sastra Daerah

- Sabtu, 18 Juni 2022 | 14:37 WIB
Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Hafidz Muksin (SM/Dok)
Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Hafidz Muksin (SM/Dok)

PALANGKARAYA, suaramerdeka-jakarta.com - Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hafidz Muksin menyampaikan bahwa revitalisasi bahasa daerah bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup bahasa dan sastra daerah.

"Kemudian, menciptakan ruang kreativitas dan kemerdekaan bagi para penutur bahasa daerah untuk mempertahankan bahasanya, serta menemukan fungsi dan ranah baru dari sebuah bahasa dan sastra daerah," ujarnya dalam kunjungan kerja ke Palangkaraya pada Jumat, 17 Juni 2022.

Menurutnya, guna mewujudkan tujuan tersebut tentu perlu strategi yang tepat. Kemendikbudristek melakukan beberapa strategi seperti pertama, melibatkan setiap elemen pemangku kepentingan.

Kedua, melaksanakan revitalisasi bahasa daerah yang terintergrasi dengan lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, mengoptimalkan pemanfaatan media digital.

"Ketiga, memberi fleksibilitas bagi tiap daerah untuk mengimplementasikan program revitalisasi bahasa daerah sesuai karakteristik wilayahnya," tuturnya.

Untuk menjawab tantangan kondisi vitalitas bahasa daerah di Indonesia saat ini, Kemendikbudristek melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) melakukan revitalisasi bahasa daerah.

Pentingnya kebijakan Merdeka Belajar Episode ke-17 ini dilakukan oleh seluruh pemangku kebijakan terutama adalah agar para penutur muda dapat menjadi penutur aktif bahasa daerah.

Dengan demikian, pada gilirannya mereka memiliki kemauan dan semangat dalam mempelajari bahasa daerah melalui media yang mereka sukai. Menurut UNESCO pada tahun 2018 bahwa setiap dua minggu ada satu bahasa daerah yang punah.

"Kepunahan bahasa terjadi terutama karena para penuturnya tidak lagi menggunakan dan/atau mewariskan bahasa tersebut kepada generasi berikutnya," ungkapnya.***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Nikmati Keindahan Pacitan Bersama DAMRI

Jumat, 3 Februari 2023 | 13:50 WIB

Ikrar Petani MSP Tolak Impor Beras oleh Pemerintah

Jumat, 3 Februari 2023 | 11:17 WIB
X