Petani dan Pekebun Masih Kesulitan Peroleh Pupuk

- Kamis, 23 Juni 2022 | 12:21 WIB
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat melakukan kunjungan kerja Komisi VI DPR RI ke PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Selasa (21/6) lalu.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat melakukan kunjungan kerja Komisi VI DPR RI ke PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Selasa (21/6) lalu.

GRESIK, suaramerdeka-jakarta.com – Kelangkaan pupuk subsidi dan mahalnya harga pupuk komersil yang susah dicari, menjadi keluhan para petani dan pekebun. Padahal, para petani itu masih berada di zona yang cukup terjangkau dari pabrik.

“Kelompok tani, pekebun dan sebagian peternak di area Pacitan, Magetan, Ponorogo, Ngawi dan Trenggalek masih kesulitan mencari pupuk,” kata anggota Komisi VI DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat melakukan kunjungan kerja komisi ke PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Selasa (21/6) lalu.

Padahal, para petani dan pekebun itu masih dalam zona yang cukup terjangkau ketimbang daerah yang jauh. Mereka juga menyampaikan, pupuk seringkali tidak datang tepat waktu alias kosong.

“Ketika sudah mulai menanam, mau memupuk, pupuknya tidak ada. Kecuali mereka yang sudah menyetok, karena mungkin mempunyai kemampuan lebih besar dari kawan-kawan yang lain,” ujarnya

Karenanya, dia juga mempertanyakan bagaimana solusi untuk permasalahan pupuk yang masih dirasakan rakyat. Padahal, pendapatan Pupuk Indonesia berhasil naik.

“Cukup menarik ya, ketika kita bicara Petrokimia, holding, dan seluruh anak perusahaan labanya naik, pendapatannya naik. It’s a good news ya. Berarti perusahaan ini sehat dan tumbuh berkembang,” tandasnya.

Tidak Menarik
Namun ada hal yang dinilainya tidak menarik. Yakni mengapa masih ada alokasi di bawah usulan kebutuhan. Contohnya, Urea NPK ZA SP-36 Organik, 3.8 juta ton subsidi dan 2.7 juta ton non-subsidi.

“Apakah kita perlu hitung ulang? Apalagi saat masyarakat masih merasakan kelangkaan pupuk. Kedua, terkait distribusi yang belum sesuai dengan pendataan. Stoknya ada sekitar 1.3 juta, tapi yang terealisasai 98 persen,” tegasnya.

Dia mempertanyakan, apakah itu artinya perlu peningkatan produksi atau ada penimbunan. Karena itu, dia meminta pengawasannya diperketat serta menggunakan digital monitoring.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Tragedi Kanjuruhan Jangan Sampai Terulang

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:59 WIB
X