Akpol 96 Luncurkan Buku 'Berjuang di Sudut-sudut Tak Terliput

- Selasa, 28 Juni 2022 | 00:42 WIB
Peluncuran dan bedah buku Berjuang di Sudut-sudut Tak Terliput'
Peluncuran dan bedah buku Berjuang di Sudut-sudut Tak Terliput'


JAKARTA, suaramerdeka -Jakarta.com - Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 meluncurkan buku berjudul 'Berjuang di Sudut-sudut Tak Terliput' di Hotel Sultan, Jakarta (27/06/2922.  Buku yang ditulis oleh Iqbal Aji Daryono itu berisi peran anggota kepolisian yang bertugas di berbagai daerah.

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono menuturkan, buku 'Berjuang di Sudut-sudut Tak Terliput' menjelaskan anggota Polri yang menjadi ujung tombak warga dalam mengatasi berbagai persoalan.

"Penulis melihat bagaimana anggota kita ini bertugas di lapangan dengan segala kekurangan-kekurangan yang dimiliki ya, tapi mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada," kata Gatot saat peluncuran di Hotel Sultan, Jakarta.

Baca Juga: Angkasa Pura I Terima Penghargaan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu 2022 dari Kementerian Perhubungan R

a melanjutkan, "Sehingga apa yang menjadi harapan-harapan masyarakat di mana tempat dia bertugas itu bisa didapatkan oleh masyarakat dari tulisan yang dibuat oleh Mas Aji ini," sambungnya.

Gatot mengatakan, masih ada kekurangan dari tiap anggota polisi. Meski demikian, Polri selalu berusaha menjadi lebih profesional setiap waktu.

Gatot menyebut masyarakat dapat melihat hal-hal positif yang sudah dilakukan kepolisian dalam buku 'Berjuang di Sudut-sudut Tak Terliput'. Polri, kata Gatot, selalu terbuka kepada masyarakat yang ingin memberikan kritik.

Baca Juga: Dubes RI Untuk AS: Marshanda Sudah di Ketemukan dan Sekarang Dalam Pengawasan KJRI LA!

"Nah, buku ini ya menggambarkan hal-hal positif dan juga masyarakat bisa melihat apa yang dilakukan anggota Polri yang kemudian bisa bermanfaat buat masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyebut kritik dan masukan dari masyarakat terhadap Polri adalah sebagai bentuk kepedulian. Dia mengaku khawatir saat masyarakat tak mau mengkritik polisi.

"Ketika situasi keadaan itu sudah mulai enggan, sudah mulai bosan, dan sudah mulai takut mengkritik polisi itu yang kita khawatirkan, kita takutkan. Tapi ketika masyarakat masih mengkritik polisi, dengan saran dan masukan kepada polisi itu merupakan suatu bentuk rasa cinta masyarakat, rasa cinta kepedulian masyarakat kepada kepolisian," ujarnya.

Baca Juga: Bank DKI Hadirkan Digitalisasi di Pasar Perumnas Klender

***

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siap-siap, PT KAI Bakal Suguhkan Kereta Panoramic

Minggu, 14 Agustus 2022 | 13:16 WIB

Haji Eko, Ksatria Sebenarnya.

Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:19 WIB

Wujudkan Parlemen Modern, Mungkinkah?

Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:05 WIB
X