HaloPuan Diundang IpeKB Demi Penyuluhan di Pangandaran

- Rabu, 29 Juni 2022 | 14:19 WIB
HaloPuan Diundang IpeKB Demi Penyuluhan di Pangandaran (Istimewa )
HaloPuan Diundang IpeKB Demi Penyuluhan di Pangandaran (Istimewa )

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- HaloPuan, lembaga sosial Ketua DPR RI Puan Maharani, yang berfokus mengampanyekan perlawanan terhadap stunting, diundang oleh Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Jawa Barat untuk menyosialisasikan manfaat super daun kelor dalam melawan stunting di “Kampung KB” Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, pada Selasa 28 Juni 2022.

Kegiatan itu merupakan rangkaian acara Rapat Kerja Daerah DPD IpeKB Jawa Barat bertema “Penyuluh Keluarga Berencana Jabar Siap Cegah Stunting agar Keluarga Bebas Stunting” pada 27-28 Juni 2022 di Hotel Horison, Pangandaran.

“Kami mengundang HaloPuan karena gagasan daun kelor dalam melawan stunting membuat masyarakat bisa memanfaat kekayaan alam lokal untuk melawan stunting,” ujar Ketua DPD IpeKB Jawa Barat, Nopian Hendriana.

Baca Juga: Yenny Wahid vs Muhaimin Iskandar; Terlukalah Sampai Kau Mampus!

IPeKB sendiri merupakan organisasi profesi penyuluh Keluarga Berencana yang terdiri dari penyuluh aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN. Di seluruh wilayah Indonesia, jumlah anggota IPeKB mencapai 3.215 orang.

Menurut relawan HaloPuan, Mochamad Chotim, di beberapa titik lokasi di Jawa Barat, HaloPuan telah bekerja sama dengan penyuluh-penyuluh dari IpeKB, seperti di Kota Bandung dan Kabupaten Indramayu, saat menggelar gerakan Kaum Ibu Melawan Stunting. Chotim berharap ke depannya, HaloPuan bisa bergotong royong lebih erat dengan IPeKB dalam melawan stunting di Jawa Barat.

Baca Juga: Che dan Borobudur

“Saya siap menginstruksikan cabang-cabang IPeKB di Jawa Barat untuk membantu HaloPuan,” kata Nopian menanggapi harapan Chotim.

Dalam sosialisasi manfaat daun kelor di Desa Cikembulan, HaloPuan menemukan bahwa sejumlah warga telah memiliki pohon kelor di pekarangan rumah, tapi belum memanfaatkannya secara maksimal untuk meningkatkan asupan gizi dan nutrisi bagi keluarga. Chotim menilai daun kelor akan lebih bermanfaat jika diolah menjadi bubuk atau tepung jika dibandingkan dengan dibuat langsung menjadi sayur.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siap-siap, PT KAI Bakal Suguhkan Kereta Panoramic

Minggu, 14 Agustus 2022 | 13:16 WIB

Haji Eko, Ksatria Sebenarnya.

Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:19 WIB

Wujudkan Parlemen Modern, Mungkinkah?

Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:05 WIB
X