Isu Polarisasi Sengaja Dikapitalisasi oleh Parpol Berideologi Kuat

- Kamis, 30 Juni 2022 | 10:09 WIB
Diskusi Gelora Talk bertajuk Polarisasi Politik Pemilu 2024: Akankah Kembali Berulang, Rabu (29/6) petang. (Gelora Media Center)
Diskusi Gelora Talk bertajuk Polarisasi Politik Pemilu 2024: Akankah Kembali Berulang, Rabu (29/6) petang. (Gelora Media Center)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Isu polarisasi di masyarakat sengaja dikapitalisasi oleh partai-partai politik yang memiliki ideologi kuat. Padahal, polarisasi bisa berdampak langsung dengan disintegrasi, terlebih pada kondisi krisis saat ini.

"Polarisasi ini adalah jualan politik yang paling menguntungkan dalam jangka pendek," kata Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta dalam diskusi Gelora Talk bertajuk Polarisasi Politik Pemilu 2024: Akankah Kembali Berulang, Rabu (29/6) petang.

Menurutnya, dalam jangka panjang hal itu tidak memberikan literasi, pendidikan politik dan demokrasi yang baik kepada masyarakat. Sebab dalam situasi krisis berlarut saat ini, yang dibutuhkan adalah politik pemersatu dan bukan politik identitas.

"Sebab, polarisasi justru akan memperparah krisis serta membuat pemerintahan semakin tidak efektif. Dan tidak mampu menangani krisis. Apalagi kita baru memasuki suatu masa pembelajaran demokrasi yang relatif tidak terlalu lama," ujarnya.

Sehingga bila memasukkan isu masalah polarisasi ke dalam krisis global sekarang - terutama krisis ekonomi - akan muncul suatu masalah yang lebih eksistensial, yaitu ancaman disintegrasi. Walau sekarang mungkin levelnya belum terlihat sampai ancaman disintegrasi secara langsung.

"Jadi, jualan polarisasi dalam pemilu sangat merusak bangsa. Rakyat sudah lelah dengan kondisi pembelahan yang terjadi selama ini, sehingga perlu segera diakhiri," tandasnya.

Apalagi beban hidup masyarakat sehari-hari sudah semakin berat saat ini, akibat ancaman inflasi global. Kalau dibakar lagi dengan pembelahan, bisa terjadi revolusi sosial di masyarakat.

"Karena itu, kita perlu melahirkan pemimpin pemersatu. Rakyat sudah lelah dengan pembelahan," tegasnya.

Mencerahkan
Sementara itu, Rektor Universitas Ibnu Chaldun Musni Umar meminta para akademisi dan cendekiawan mulai memberikan narasi-narasi yang mencerahkan. Selain itu juga membesarkan hati kepada masyarakat, sehingga menumbuhkan rasa optimisme.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Bank Muamalat dan BMM Gelar Muamalat Berbagi

Senin, 6 Februari 2023 | 15:17 WIB
X