Cara Pandang Atas Hutan Jangan Sebatas Penjualan Kayu

- Kamis, 30 Juni 2022 | 10:58 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR, Dedi Mulyadi.
Wakil Ketua Komisi IV DPR, Dedi Mulyadi.

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyani mengatakan, kontribusi kehutanan dalam perekonomian jangan hanya dipandang sebatas penjualan kayu. Mengingat keberadaan memiliki efek yang besar terhadap berbagai sektor.

"Kalau dilihat hanya dari penjualan kayu, maka kontribusi ke perekonomian nasional kecil hanya 0,66 persen dari produk domestik bruto. Padahal riil kontribusi di sektor lain, sangat besar. Itu harusnya dilihat," kata Dedi Mulyadi.

Hal itu diungkapkan menanggapi pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani yang menyebutkan komposisi sektor kehutanan hanya Rp5 triliun dari PNBP. Jumlah tersebut disebut kecil dibandingkan sektor lain.

Dijelaskan Dedi, kehutanan memberikan efek besar atas sektor lain. Dia mencontohkan bahwa kehutanan memberikan kontribusi penting dalam penyediaan sumber air baku untuk industri, waduk sebagai pembangkit listrik, perikanan sampai ke sektor wisata.

Menurutnya jika semua hal tersebut itu dihitung secara ekonomi, maka nilainya akan sangat besar.

"Contohnya Gunung Wayang. Tanpa ada kehutanan maka tak akan ada waduk Cirata dan Waduk Jatiluhur. Dari hutan Gunung Wayang itu mengalir membentuk sungai Citarum yang menjadi bahan baku waduk," katanya.

Dari Waduk Jatiluhur menjadi pembangkit listrik tenaga air. Nilai pasokan listrik dari Jatiluhur untuk Jawa-Bali, sangat besar. Kemudian dari hasil budidaya ikan. Selain itu, Waduk Jatiluhur juga menjadi bahan baku air sawah ke Karawang, Subang yang luas lahannya ribuan ha.

"Penyangga beras nasional sangat tergantung dari daerah itu. Kalau pasokan air dari irigasi tak benar, maka akan terganggu ke proses produksi lahan," ujar Dedi.

Oleh karena itu dirinya menegaskan cara pandang atas kehutanan jangan sebatas penjualan kayu. Ada nilai ekonomi besar ke bidang lain dari kehutanan. Jika kawasan hutan rusak atau hilang, maka sektor lain akan terganggu atau lumpuh.

Belum lagi sebagai penghasil oksigen yang nilainya juga sangat besar jika dikonversi secara ekonomi. Menurutnya, keberadaan hutan sangatlah strategis dalam pembangunan.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Pos Indonesia Bantu Program ATM Beras

Sabtu, 28 Januari 2023 | 22:30 WIB
X