Bus Shalawat yang Ikut Jaga Gairah Jemaah

- Senin, 4 Juli 2022 | 22:29 WIB

MAKKAH, jakarta.suaramerdeka.com - Menjelang pelaksanaan puncak musim haji pada akhir pekan ini, operasional bus shalawat untuk sementara dihentikan selama sepekan terhitung sejak Senin (4/7/2022).

Jemaah diarahkan untuk beristirahat di pemondokan supaya fokus bersiap menjalani rangkaian ibadah haji sejak dari Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna) pada Kamis pekan ini.

Praktis sejak shuttle bus ke Masjidil Haram itu berhenti, suasana di sekitar pemondokan terlihat agak lengang. Tak ada lagi hilir-mudik serta aktivitas naik turun penumpang dari bis yang begitu intens.

Keberadaan bus shalawat itu memang begitu vital seperti ditunjukan dari rute lima, Misfalah-Jiad yang melayani wilayah yang dihuni jemaah asal Jawa Barat.

Baca Juga: Tak Ada Sambal, Ace Sebut Siap Jadi Catatan di Musim Haji

Gairah jemaah untuk beribadah di Masjidil Haram bisa terjejaki dari deru-deru bus yang memecah suasana dinihari di jalanan Kota Makkah. Secara bergantian dan simultan, bus-bus itu mengangkut jemaah yang tersebar di 14 hotel.

Bus sendiri beroperasi selama 24 jam selama sehari. Karena itu, kapan pun, jemaah bisa memanfaatkannya. Tak hanya itu, kru bus pun berupaya menjaga kepercayaan tersebut dengan berupaya memberikan pelayanan terbaik.

Di antaranya menyangkut kehilangan barang bawaan di bus. Begitu ada informasi kehilangan diterima, petugas dari PPIH Arab Saudi yang berdinas di sektor transportasi tersebut siap memanfaatkan jaringannya untuk memastikan barang tersebut ditemukan.

Baca Juga: Jelang Puncak Haji, DPR Imbau Jemaah Haji Indonesia Fokus Jaga Stamina

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lagi, Sido Muncul Bantu Cianjur

Selasa, 6 Desember 2022 | 06:33 WIB

Perpusnas Sejahterakan Masyarakat

Senin, 5 Desember 2022 | 15:46 WIB
X