Ironi Lagu Paling Viral 'Sikok Bagi Duo' Liriknya Dianggap BNN Meresahkan, Penyanyinya Minta Maaf

- Jumat, 8 Juli 2022 | 09:49 WIB
Dalam klarifikasi dan permintaan maafnya itu, Meli didampingi Lurah, Pemangku Adat, LPM di wilayah Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Ikut pula mendampingi Meli yakni suaminya (Screenshoot tiktok@HARIAN SILAPARI)
Dalam klarifikasi dan permintaan maafnya itu, Meli didampingi Lurah, Pemangku Adat, LPM di wilayah Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Ikut pula mendampingi Meli yakni suaminya (Screenshoot tiktok@HARIAN SILAPARI)

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com - Belakangan lagu 'Sikok Bagi Duo' yang dinyanyikan Meli Dedi biduan lokal asal Lubuk Linggau Sumatera Selatan sangat viral di Tiktok.

Lagu remix berirama rancak tersebut dibawakan dengan baik Oleh Meli Dedi dan akhirnya viral karena banyak dipakai pegguna Tiktok sebagai Backsound.

Namun Viralnya lagu 'Sikok Bagi Duo' di media sosial, membuat Badan Narkotika Nasional (BNN) Lubuklinggau turun tangan.

Pasalnya, lagu tersebut dinilai meresahkan karena diduga mengajak untuk menggunakan narkoba.

Baca Juga: Anies Tentang Viralnya Istilah SCBD dan 'Citayam Fashion Week': Ini Demokratisasi Jalan Jenderal Sudirman!

Kepala BNN Lubuklinggau AKBP Himawan Bagus Riyadi mengatakan, “yang jelas akan kami dalami dahulu. Kami sudah monintor memang adanya pro dan kontra,” katanya Kamis (7/7/2022).

Ia menjelaskan, yang kontra tentu terkait dengan penggunaan narkoba. “Sedang kami dalami. Kalau memang terkait dengan penggunaan narkoba, maka sangat kami akan sayangkan,” tambahnya

Menurut Himawan, tentu akan sangat disayangkan, jika kemudian lagu itu kotraproduktif dengan kegiatan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Kalau sekilas, videonya sangat tidak mendidik, itulah adanya kontraproduktif dengan apa yang kami upayakan,” sebutnya.

"Nah tindak lanjut yang akan dilakukan pihaknya, yakni terkait narkobanya. Sementara soal ITE, karena sudah viral di media sosial, menurutnya itu instansi lain yang berwenang.

Sebelumnya, Ketua III Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lubuklinggau KH Atiq Fahmi Lc M.Ag mengecam lagu itu. Pasalnya lagu itu dianggap mengenalkan penyalahgunaan narkoba dan gemerlap dunia malam.

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pertagas Raih 4 Penghargaan CSR & PDB Award 2023

Rabu, 1 Februari 2023 | 18:57 WIB

Gudang Kripto Gandeng Mahasiswa UNJ Bangun Negri

Rabu, 1 Februari 2023 | 15:48 WIB

Aliando Syarief Sambangi Coach Rheo

Rabu, 1 Februari 2023 | 10:48 WIB

Rian Ernest Resmi Jadi Kader MKGR

Selasa, 31 Januari 2023 | 22:21 WIB

Instruksi Jokowi, Stabilkan Harga Beras!

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:43 WIB
X