Jelang Idul Adha, Pengawasan di Tempat Penjualan Hewan Kurban Harus Diperketat

- Jumat, 8 Juli 2022 | 16:20 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Biro Pemberitaan DPR RI)
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Biro Pemberitaan DPR RI)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Pemerintah diminta untuk memperketat pengawasan tempat penjualan hewan kurban. Khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah, yang jatuh pada 10 Juli mendatang.

“Hal ini menyusul kian maraknya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang mayoritas menyerang sapi. Pengawasan harus terus dilakukan hingga saat-saat terakhir jelang Idul Adha, agar hewan yang dijadikan kurban benar-benar layak dan sehat,” kata Ketua DPR RI Puan Maharani, Jumat (8/7).

Selain itu, Dinas Pertanian di tiap-tiap daerah juga diingatkan untuk terus turun ke lapangan. Yakni untuk melakukan pengecekan di lapak-lapak penjualan hewan kurban di wilayahnya.

“Warga kami imbau untuk melaporkan ke Dinas Pertanian setempat. Terutama bila menemukan adanya hewan yang terindikasi tidak sehat. Dan untuk masyarakat yang hendak berkurban, harus jeli dalam membeli hewan ternak,” ujarnya.

Kalau bisa, kata dia, beli hewan kurban di tempat atau penjual yang memiliki sertifikasi. Dan pastikan hewan yang dibeli memiliki surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

“Hal itu agar daging hewan kurban aman untuk dikonsumsi. Warga, khususnya yang menjadi panitia kurban, agar mengawasi proses penyembelihan dengan seksama. Saya mengimbau, masyarakat untuk teliti melihat kondisi daging kurban,” tandasnya.

Meskipun hewan yang terkena PMK aman untuk dikonsumsi setelah direbus minimal 30 menit, namun warga tetap harus waspada. Dia juga mendorong pemerintah untuk mengintensifkan program vaksinasi hewan ternak sebagai antisipasi penyebaran PMK.

“Data terbaru, PMK diketahui telah menyebar di 236 kabupaten/kota di 21 provinsi dengan total hewan ternak yang terjangkit PMK mencapai 334.213 ekor. Sebanyak ternak 114.998 ekor sudah dinyatakan sembuh,” tegasnya.

Vaksinasi
Pemerintah juga harus memperhatikan kebutuhan tenaga kesehatan hewan di daerah. Harus ada upaya penambahan tenaga vaksinator hewan agar cakupan vaksinasi semakin luas.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Semeru Awas! Hampir 2 Ribu Jiwa Mengungsi

Minggu, 4 Desember 2022 | 18:18 WIB

Prita Kemal Gani Terus Menginspirasi.

Minggu, 4 Desember 2022 | 11:46 WIB

Peneliti Asing Erik Meijaard Dilaporkan Melanggar UU

Sabtu, 3 Desember 2022 | 23:57 WIB

Gempa 6,4 Garut, BNPB Sebut Ada Warga yang Terluka

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:59 WIB
X