Sistem Penanganan PMK Harus Diperbaiki, Perlu Tes Deteksi Dini Untuk Hewan

- Minggu, 17 Juli 2022 | 14:56 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Biro Pemberitaan DPR RI)
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Biro Pemberitaan DPR RI)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Sistem penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak, diminta untuk diperbaiki. Karenanya, pemerintah perlu melakukan semacam tes antigen atau polymerase chain reaction (PCR), bagi hewan yang menjadi suspect PMK.

"Perbaikan sistem penanganan PMK perlu dilakukan. Karena sejauh ini, petugas dinas kesehatan hewan yang bertugas di lapangan dan peternak melakukan pemeriksaan, hanya berdasarkan pengamatan gejala klinis yang tampak dari fisik hewan ternak," kata Ketua DPR RI Puan Maharani, Minggu (15/7).

Sehingga menurutnya, perlu ada evaluasi terhadap sistem penanganan PMK di seluruh wilayah Indonesia. Karena deteksi PMK pada hewan ternak yang tidak optimal berdampak pada penyebaran virus PMK yang semakin masif.

"Seharusnya, deteksi dini terhadap hewan ternak yang menjadi suspect PMK, dilakukan dengan menggunakan tes antigen atau PCR. Hal itu seperti halnya penanganan Covid-19 pada manusia," ujarnya.

Dengan deteksi yang akurat, kata dia, hewan ternak yang terpapar PMK dapat segera diketahui meski belum menunjukkan gejala fisik. Sehingga, pencegahan penyebaran dapat cepat dilakukan dengan karantina terhadap hewan ternak yang sakit.

“Kita seharusnya belajar dari pengalaman saat virus Covid-19 merebak. Pencegahan lewat deteksi dini dapat mengurangi penyebaran virus," tandasnya.

Terintegrasi
Apalagi, lanjutnya, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Nasional Penanganan PMK, yang dikoordinasikan oleh BNPB. Selain itu, terintegrasi dengan beberapa lembaga serta kementerian.

"Saya meminta Satgas Penanganan PMK menggalakkan testing terhadap hewan ternak. Termasuk juga melakukan random sampling kepada hewan-hewan ternak," tegasnya

Khususnya di daerah yang sudah masuk dalam zona merah PMK. Dia juga mendorong Satgas mengintensifkan prosedur pengobatan dan karantina bagi hewan yang terjangkit PMK.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Semeru Awas! Hampir 2 Ribu Jiwa Mengungsi

Minggu, 4 Desember 2022 | 18:18 WIB

Prita Kemal Gani Terus Menginspirasi.

Minggu, 4 Desember 2022 | 11:46 WIB

Peneliti Asing Erik Meijaard Dilaporkan Melanggar UU

Sabtu, 3 Desember 2022 | 23:57 WIB

Gempa 6,4 Garut, BNPB Sebut Ada Warga yang Terluka

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:59 WIB
X