Permintaan Tensi Tekanan Darah Jemaah Turun

- Minggu, 17 Juli 2022 | 19:21 WIB

BERBEDA - Dengan aktivitas sebelumnya, permintaan jemaah haji untuk melakukan tensi tekanan darah cenderung menurun pasca Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna).

Padahal menjelang puncak musim haji, dalam sehari, permintaan itu bisa mencapai puluhan kali. Tapi belakangan, kondisi tersebut bertolak belakang.

"Turun, kalau tak mau disebut jarang, " kata TKHI JKS 23 Bandung Barat, Ade Muhlis, (15/7/2022).

Menurut dia, pada saat menghadapi wukuf, jemaah yang mengajukan tensi tekanan darah bisa mencapai 30 kali lebih. Jemaah cenderung memperhatikan dinamika kondisi tubuhnya.

Baca Juga: Menko PMK Sambut Kepulangan Jamaah Haji di Soetta

Penurunan tersebut diperkirakan karena kondisi yang dihadapi jemaah relatif lebih tenang. Sebelumnya, konsentrasi jemaah memang tersita terutama dalam memetakan kegiatan rukun dan wajib haji.

Sebelumnya, Ade Muhlis menyebut fenomena tensi tekanan darah itu juga sebagian cenderung tak biasa. Pasalnya, tekanan darah itu bersifat sistolik. Kemungkinannya disebabkan stres.

Darah menjadi kental sehingga jantung memompa lebih kencang. Karenanya, mereka perlu suasana santai. Pasalnya, pemberian obat untuk menetralisir kondisi itu pun relatif kurang bijak mengingat riwayat jemaah sebelumnya pada saat di Tanah Air tak menunjukan anomali. 

Baca Juga: Kemenag RI dan Kemenhaj Saudi Bentuk Tim Bersama Siapkan Haji 2023

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tragedi Stadion Kanjuruhan Harus Diinvestigasi Total

Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:11 WIB

3000 Pohon Bakau Ditanam di Pesisir Pantai Jakarta

Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:03 WIB

Kapolri; Persatuan-Kesatuan adalah Kunci

Minggu, 2 Oktober 2022 | 06:15 WIB

Kominfo Tingkatkan Kemampuan Humas Lewat Jarkom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:36 WIB

Soal Tanam Maju, Ini Penjelasannya

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 12:44 WIB
X