Ngaji NgAllah Suluk Maleman: Shalat Harusnya Berdampak Pada Kehidupan Sosial.

- Minggu, 24 Juli 2022 | 17:25 WIB
Keterangan foto: Anis Sholeh Ba’asyin dan Dr. Abdul Jalil dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Manusia Masjid, Manusia Pasar’ yang digelar Sabtu (23/7/2022) kemarin. (Arsip ASB)
Keterangan foto: Anis Sholeh Ba’asyin dan Dr. Abdul Jalil dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Manusia Masjid, Manusia Pasar’ yang digelar Sabtu (23/7/2022) kemarin. (Arsip ASB)

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Manusia Masjid Manusia Pasar menjadi tema cukup unik sekaligus menyentil yang dibahas dalam Suluk Maleman yang digelar secara luring Sabtu (23/7/2022) malam kemarin.

Anis Sholeh Ba’asyin mengatakan, Imam Ja’far Shodiq guru dari Abu Hanifah pernah mengatakan jika ingin menilai seseorang sebaiknya bukan saat di masjid melainkan di pasar. Karena saat di pasar, seseorang akan memperlihatkan sisi aslinya. Baik dalam berkata atau tidak, ataupun suka menipu atau tidak. 

“Kalau di masjid sudah pasti seseorang ingin menunjukkan sisi terbaiknya. Bahkan lewat tata cara berpakaiannya,” tambahnya.
Padahal menurutnya, salat seharusnya berdampak pada kehidupan sehari-hari.Tak sebatas pada persoalan individu dengan Tuhan namun juga bagaimana bersosialisasi dan tingkah lakunya. 

Baca Juga: Film Pesantren; Open Mind For a Different Views.

“Jangan sampai salat ini seolah-olah absen di kantor saja. Salat tapi tidak memberi dampak baik pada tingkah laku dan adab bersosialisasi,” ujarnya. 

Dia menganalogikan, jika seseorang setiap hari bertemu kyai ataupun orang alim, tentunya sedikit banyak akan mempengaruhi sikapnya. Baik orientasi, pola hidup, maupun sudut pandang. 

Keterangan foto: Anis Sholeh Ba’asyin dan Dr. Abdul Jalil dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Manusia Masjid, Manusia Pasar’ yang digelar Sabtu (23/7/2022) kemarin. (Arsip ASB )

“Seharusnya salat pun begitu. Karena salat merupakan penghubung antara diri dengan Allah. Harusnya punya rasa malu, ataupun takut untuk melakukan kesalahan,” urainya.
Dengan konsep itulah yang dimaksudkannya manusia masjid harus membawa masjidnya ke pasar.

Baca Juga: Film Perjalanan Pertama, Perjalanan ke Atma

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peta Koalisi Masih akan Berubah

Senin, 26 September 2022 | 20:38 WIB

Diperhitungkan Prabowo, Ridwan Kamil Tak Mau Ge-er

Senin, 26 September 2022 | 16:52 WIB

Kelompok Buruh Samarinda Dukung Firli Maju Pilpres

Senin, 26 September 2022 | 16:38 WIB

Ketua Umum Dewan LVRI:Pancasila,Kunci Persatuan

Senin, 26 September 2022 | 16:28 WIB

Riko Dapat Perhatian Media Ceko. Kudela: Dia Hebat!

Senin, 26 September 2022 | 11:05 WIB
X