Staf Ahli Menteri Keuangan Pastikan Rasio Penerimaan Pajak Terhadap PDB Belum Optimal

- Senin, 25 Juli 2022 | 20:10 WIB
Diskusi daring bertema tema Pemulihan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global yang digelar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) pada Senin, (25/7/2022). (FMB9)
Diskusi daring bertema tema Pemulihan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global yang digelar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) pada Senin, (25/7/2022). (FMB9)

JAKARTA- Rasio penerimaan pajak terhadap produk domestik bruto (PDB) atau tax ratio di Indonesia mengalami penurunan yang cukup besar sejak tahun 2011.

Hal demikian disampaikan Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak, Yon Arsal dalam diskusi daring bertema tema "Pemulihan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global" yang digelar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) pada Senin, (25/7/2022).

"Secara umum, tax ratio kita memang mengalami tekanan yang cukup besar sejak tahun 2011," ujar Yon.

Baca Juga: Drone Emprit Ungkap Data, Puan Maharani Tokoh Paling Sering Dibicarakan dalam Nada Positif

Selama beberapa tahun terakhir, Yon menjelaskan, tax ratio yang didefinisikan sebagai rasio penerimaan pajak terhadap PDB masih belum optimal.

Namun Yon Arsal menegaskan, tren penurunan itu dinilai masih cukup dinamis bila memperhitungkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), sumber daya alam yang sangat sensitif terhadap perubahaan harga komoditas.

Oleh karena itu, optimalisasi pajak masih menjadi tujuan utama kebijakan fiskal.

Baca Juga: Tren Covid-19 Naik, DPR Minta Pemerintah Kembali Berlakukan Kebijakan Gas dan Rem

Lantas, perbaikan pajak yang dilakukan pemerintah ke depannya, menurut Yon, meliputi sisi kebijakan (policy) dan administrasi.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mahasiswa Apoteker dan UTA '45 Serukan Boikot PN UKAI

Kamis, 1 Desember 2022 | 22:05 WIB

Data Berbasis Desa Penting untuk Pembangunan Daerah

Kamis, 1 Desember 2022 | 19:16 WIB

KLHK Raih Peringkat Pertama SDGs Action Awards 2022

Kamis, 1 Desember 2022 | 16:36 WIB
X