Kunjungi Jepang, Airlangga Diharapkan Tarik Investor Energi Baru Terbarukan

- Selasa, 26 Juli 2022 | 19:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu dengan Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Nobumitsu Hayashi di Tokyo, Jepang, Senin (25/7).  (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu dengan Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Nobumitsu Hayashi di Tokyo, Jepang, Senin (25/7). (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ke Jepang, diharapkan mampu membawa investasi di bidang energi baru dan terbarukan (EBT).

"Karena bagaimanapun, Indonesia tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari negara lain ataupun investasi dari negara lain," kata Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan di Jakarta, Selasa (26/7).

Seperti diketahui, pada Senin (25/7) kemarin Airlangga melakukan pertemuan dengan Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) yang baru, Nobumitsu Hayashi. Dalam pertemuan tersebut, dibahas tentang sejumlah proyek JBIC di Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Ketua Umum Partai Golkar tersebut mengatakan JBIC memiliki spesialisasi. Yang salah satunya adalah pembiayaan di sektor energi.

"Beberapa proyek infrastruktur utama seperti Pembangkit Listrik Tanjung Jati-B, Jawa 1 dan pembangkit panas Bumi Sarulla dan Muara Laboh, serta proyek LNG Tangguh. Proyek-proyek ini menyediakan sumber energi yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan ekonomi Indonesia," ujar Airlangga.

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mencapai target pencapaian Net Zero Emission (NZE) di 2060. Untuk itu pemerintah melakukan sejumlah terobosan transisi energi yang lebih bersih dan juga berkelanjutan.

Serius
Dikatakan, saat ini Rancangan Undang Undang tentang Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBT) memang masih belum disahkan. Kunjungan tersebut diharapkan mampu membuktikan keseriusan pemerintah dalam transisi konsumsi energi fosil ke EBT.

"Saya berharap, kunjungan tersebut membuka peluang kerja sama di bidang nuklir, pengembangan panel surya, panas bumi, ataupun tenaga angin. Saat ini kita masih menunggu UU EBT," tandasnya.

Meskipun masih dalam persiapan, kata dia, tapi paling tidak bagaimana bisa mengundang dan meyakinkan investor. Bahwa dalam proses ini Indonesia sangat menyambut baik.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Semeru Awas! Hampir 2 Ribu Jiwa Mengungsi

Minggu, 4 Desember 2022 | 18:18 WIB

Prita Kemal Gani Terus Menginspirasi.

Minggu, 4 Desember 2022 | 11:46 WIB

Peneliti Asing Erik Meijaard Dilaporkan Melanggar UU

Sabtu, 3 Desember 2022 | 23:57 WIB

Gempa 6,4 Garut, BNPB Sebut Ada Warga yang Terluka

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:59 WIB
X