Upaya Hidupkan PPHN Lewat Konvensi Dinilai Ngaco

- Kamis, 28 Juli 2022 | 11:47 WIB
Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Idris Laena (Biro Pemberitaan MPR RI)
Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Idris Laena (Biro Pemberitaan MPR RI)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Upaya Majelis Permusyawaratan Rakyat RI menghidupkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) melalui konvensi ketatanegaraan, dinilai tidak bisa diterima secara keilmuan.

Bahkan, upaya penghadiran PPHN lewat konvensi ketatanegaraan - seperti rekomendasi Badan Pengkajian MPR - sebagai hal yang mengada-ada.

"Itu ngaco secara keilmuan. Sangat mengada-ada," kata pakar hukum tata negara Bivitri Susanti di Jakarta, Kamis (28/7).

Menurutnya, salah satu sumber hukum tata negara adalah konvensi. Dimana konvensi artinya praktik yang berulang-ulang seperti pidato Presiden setiap tanggal 17 Agustus.

"Tapi kalau mengubah suatu substansi, materi, muatan konstitusi atau UU, tidak ada," ujarnya. Sebelumnya, rapat Gabungan MPR RI bersama pimpinan fraksi dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menyetujui rencana menghidupkan PPHN tanpa melalui amandemen UUD 1945.

Payung Hukum
Hal itu sebagaiman inisiasi Ketua MPR Bambang Soesatyo. Kendati demikian, partai-partai politik belum sepakat dengan bentuk payung hukum PPHN.

Fraksi Golkar MPR menolak usul PPHN dihadirkan lewat konvensi ketatanegaraan. Yakni seperti rekomendasi Badan Pengkajian MPR tersebut.

Dimana rekomendasi Badan Pengkajian MPR adalah wacana penetapan TAP MPR RI sebagai dasar hukum PPHN. Namun tanpa harus melakukan amandemen UUD 1945.

"Yang oleh Badan Pengkajian MPR disebut konvensi ketatanegaraan. Terhadap wacana ini, Fraksi Partai Golkar MPR dengan tegas menolak," tandas Ketua Fraksi Partai Golkar MPR Idris Laena.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

HT Pimpin Konsolidasi & Bimtek Partai Perindo

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:46 WIB

Pengesahan RKUHP Meresahkan Kalangan Pers

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:22 WIB

KUHP Tidak Berlaku untuk Kegiatan Kemerdekaan Pers

Jumat, 9 Desember 2022 | 09:37 WIB
X