Ilmuwan Pertanian di 8 Negara dorong Pertanian Modern dan Berkelanjutan

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 20:29 WIB
International Conference on Modern and Sustainable Agriculture (ICOMSA) pada selasa hingga rabu (2-3/8) mendatang secara daring, (Tangkapan Layar )
International Conference on Modern and Sustainable Agriculture (ICOMSA) pada selasa hingga rabu (2-3/8) mendatang secara daring, (Tangkapan Layar )

BOGOR, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Tantangan penting dalam sektor pertanian global seperti penurunan produksi, distribusi, dan perubahan iklim menjadi hal yang perlu diantisipasi guna memastikan ketersediaan pangan global. Perlu pendekatan pembangunan pertanian berkelanjutan untuk mengantisipasi tantangan tersebut.

Fakultas Pertanian, IPB University bekerja sama dengan The International Society for Southeast Asian Agricultural Sciences (ISSAAS), dan Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) menggelar kegiatan International Conference on Modern and Sustainable Agriculture (ICOMSA) pada selasa hingga rabu (2-3/8) mendatang secara daring, untuk mendiskusikan dan mencari solusi   atas tantangan tersebut.

Baca Juga: Bohong

Dodik Ridho Nurrochmat, Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Kerja Sama dan Hubungan Alumni, IPB University mengatakan bahwa perkembangan pertanian modern akan membantu petani untuk meningkatkan efisiensi dalam penggunaan sumberdaya sehingga memungkinkan peningkatan produktivitas sembari mengurangi dampak lingkungan.

“Praktik pertanian modern memungkinkan petani untuk meningkatkan produktivitas sambil mengurangi dampak lingkungan.” Ungkap Dodik.

Baca Juga: Muhaimin Iskandar Akan Wajibkan Presiden Nonton Film Pesantren.

Dalam acara yang dihadiri oleh 165 ilmuwan dari 8 negara (Indonesia, Malaysia, Filipina, Tanzania, Jepang, Korea Selatan, Belanda,  Perancis) ini, Dodik mengatakan bahwa modernisasi dan pendekatan berkelanjutan menjadi faktor kunci dalam pertanian kedepan.

“Kunci pertanian modern harus presisi, meningkatkan produktivitas, dan efisien sehingga bisa mencipatakan pertanian yang berkelanjutan secara ekonomi, lingkungan, dan sosial” Tambah Dodik.

Baca Juga: Film Pesantren; Open Mind For a Different Views.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tragedi Kanjuruhan Jangan Sampai Terulang

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:59 WIB
X