Studi Keamanan Energi di Indonesia Antar Ramson Siagian Raih Gelar Doktor Hubungan Internasional dari Unpad

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 13:02 WIB
Politisi Partai Gerindra, Ramson Siagian meraih gelar Doktor dari Unpad Bandung. (dpr.go.id)
Politisi Partai Gerindra, Ramson Siagian meraih gelar Doktor dari Unpad Bandung. (dpr.go.id)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com – Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ramson Siagian meraih gelar Doktor Hubungan Internasional, setelah berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Sekurititasi Energi Primer Batubara dan Gas Bumi untuk Pemenuhan Listrik di Indonesia: Studi Tentang Keamanan Energi Indonesia”.

Dalam Sidang Promosi Doktor di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Senin (1/8/2022) lalu, Ramson mampu menjawab pertanyaan tim penguji dengan sangat lancar, lugas, dan jelas sehingga dia dinyataan lulus dengan predikat cum laude.

Dalam disertasinya, Ramson Siagian antara lain menjelaskan, konsep keamanan dalam studi hubungan internasional mengalami perkembangan yang cukup menarik, seiring dengan perubahan kondisi hubungan internasional, konsep keamanan tradisional yang berkembang cukup lama sejak hubungan internasional sebagai sebuah studi yang berdiri sendiri, hinggga berakhirnya perang dingin yang menempatkan negara sebagai referent object utama dari konsep keamanan tersebut. Yaitu dengan melihat ancaman terhadap keberlangsungan atau eksistensi sebuah negara berdaulat sebagai sumber ancaman atau ketakutan yang harus dihilangkan.

Dia juga menyebut, hasil penelitiannya menemukan bahwa energi vital ketenagalistrikan Indonesia sangat mengandalkan pada batubara dan gas bumi sebagai sumber energi primer utama, paling tidak hingga 2056, batubara dan gas bumi masih dibutuhkan. Namun keamanan energi primer batubara dan gas bumi di Indonesia dapat dikatakan relatif rentan.

Ucapan selamat dari Prabowo Subianto dan Ahmad Muzani atas keberhasilan Ramson Siagian meraih gelar Doktor.

Secara teoritis, penelitian ini melihat bahwa penggunaan pendekatan 4 AS (Afailability, Accessibility, Affardability, dan Acceptability) sebagai model asesmen tingkat keamanan energi sebuah negara hanya melihat pada aspek keamanan suplai energi semata. Namun dengan menggunakan pendekatan sekuritisasi dari Coppenhagen School, telah memberikan makna terhadap keamanan energi untuk memahami 'siapa' dan bentuk 'apa' yang tidak terbatas pada keamanan suplai semata sebagai ancaman esensial dalam keamanan energi terhadap sebuah negara.

Hasil penelitian ini mengembangkan teori securitization bahwa ancaman terhadap keamanan energi tidak hanya berupa existential threat, namun dapat juga berupa periodically threat yang terjadi secara berulang dan dalam jangka waktu tertntu dihadapi referent object dalam proses sekuritisasi. Dalam penelitian ini, ancaman yang terjadi secara berulang ini terlihat dari kenaikan harga batubara dalam pasar energi global. Sifat ancaman yang cenderung berulang ini perlu dikaji dengan mengembangkan riset yang berbasis kuantitatif atau menggunakan permodelan matematis, sehingga dapat menghasilan perencanaan dan skenario kebijakan keamanan energi yang lebih presisi dan reliable.

Sebagai bagian akhir dari penelitian ini, untuk menjamin kepentingan ekonomi dan keamanan nasional Indonesia di masa depan, perlu dilakukan upaya oleh pemerintah untuk menjamin ketersediaan energi primer batubara dan gas bumi paling tidak hingga tahun 2056.

Berdasarkan penelitian ini, pemerintah Indonesia perlu tetap mempertahankan kebijakan domestic market obligation dalam (DMO) sebagai satu kesatuan dengan dominstic price obligation (DPO) bagi energi primer batubara dan gas bumi sehingga kaemanan ketersesiaan dan keterjangkauannya dapat terus dipertahankan.***

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Pemerintah Ajukan Kasasi Kasus KSP Indosurya

Minggu, 29 Januari 2023 | 18:28 WIB

Pos Indonesia Bantu Program ATM Beras

Sabtu, 28 Januari 2023 | 22:30 WIB
X