Presiden Diminta Beri Perhatian pada Pendidikan Nasional

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 11:32 WIB
Peserta Diskusi dan bedah buku berjudul Pendidikan Rusak-rusakan karya Dharmaningtyas. (Dok. Pribadi)
Peserta Diskusi dan bedah buku berjudul Pendidikan Rusak-rusakan karya Dharmaningtyas. (Dok. Pribadi)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Presiden Joko Widodo diminta untuk segera memberi perhatian sangat serius di bidang pendidikan. Selain itu juga perlu untuk melakukan beberapa tindakan segera.

"Sebab, pendidikan nasional sedang tidak baik-baik saja. Pak Jokowi, mohon berikan perhatian kepada pendidikan nasional," kata pengamat pendidikan dari Taman Siswa, Dharmaningtyas di Jakarta, Jumat (5/8).

Menurutnya, saat ini telah terjadi komersialisasi, kapitalisasi dan politisasi guru. Selain itu juga terjadi disorientasi arah pendidikan pada sekolah dasar dan menengah.

"Penyakit kronis di perguruan tinggi pun sama. Penyebab rusaknya pendidikan di perguruan tinggi adalah komersialisasi, privatisasi, liberalisasi dan orientasi pada gelar," ujarnya.

Pria yang biasa disapa Ki Tyas itu menambahkan, telah terjadi gurita neoliberalisme dalam sistem pendidikan nasional. Praktiknya sedang terjadi dalam pendidikan dasar, menengah dan tinggi.

"Serta masuk dalam RUU Sisdiknas, yang saat ini sedang dalam proses pembahasan. Karena itu, Presiden Jokowi diminta serius menangani arah pendidikan nasional yang tercermin dalam RUU Sisdiknas ini," tandasnya.

Tunduk
Dia mengatakan, gurita neoliberalisme akan melahirkan tenaga kerja yang tunduk pada kapitalis. Selain itu, menjadi alat reproduksi ideologi yang hanya menguntungkan kelas tertentu.

"Dan pengelolaan pendidikan seperti pengelolaan perusahaan. Teror utamanya, akan terjadi mandeknya kesadaran kritis dan emansipatoris peserta didik serta melumpuhkan ingatan historis dan kebangsaan," tegasnya.

Hal itu menurutnya menjadi sangat berbahaya bagi kelangsungan bangsa. Secara teknis, Ki Tyas juga menyoroti merosotnya wibawa dan status sosial guru

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Tragedi Stadion Kanjuruhan Harus Diinvestigasi Total

Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:11 WIB

3000 Pohon Bakau Ditanam di Pesisir Pantai Jakarta

Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:03 WIB

Kapolri; Persatuan-Kesatuan adalah Kunci

Minggu, 2 Oktober 2022 | 06:15 WIB

Kominfo Tingkatkan Kemampuan Humas Lewat Jarkom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:36 WIB

Soal Tanam Maju, Ini Penjelasannya

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 12:44 WIB
X