Pembahasan RKUHP Harus Serap Aspirasi Masyarakat

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:47 WIB
Guru Besar Hukum Universitas Al Azhar Indonesia Suparji Ahmad. (Dok. UAI)
Guru Besar Hukum Universitas Al Azhar Indonesia Suparji Ahmad. (Dok. UAI)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Langkah Presiden Joko Widodo yang memerintahkan para pembantunya menyerap aspirasi masyarakat secara masif terkait pembahasan revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP), patut diapresiasi. Sebab, hal itu merupakan permintaan yang baik.

"Kita apresiasi kemauan presiden untuk menyerap aspirasi masyarakat," kata Guru Besar Hukum Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Suparji Ahmad di Jakarta, Jumat (5/8).

Menurutnya, hal itu karena memang pembahasan RKUHP harus melibatkan masyarakat. Sejauh ini, pembahasan RKUHP sudah dilakukan di kampus, publik dan beberapa forum.

"Keterlibatan masyarakat dalam pembahasan RKUHP harus jelas. Termasuk siapa yang nantinya akan dilibatkan," ujarnya.

Apakah dari kalangan akademisi, sipil atau semua lintas kalangan. Dimana butuh keseriusan untuk mendengar keinginan masyarakat.

"Jadi yang dipertanyakan keseriusan untuk menyerap aspirasi. Titik beratnya ada di political will para penyusun undang-undang, yakni DPR dan pemerintah," tandasnya.

Dituangkan
Sebab, jangan sampai nantinya setelah masyarakat menyuarakan aspirasinya, tapi tidak dituangkan atau diserap dengan baik. Khususnya saat UU tersebut disahkan.

"Sudah lama sudut pandang pembahasan RKUHP berbeda. Tinggal bagaimana menyamakan dan butuh keseriusan presiden untuk menekankan kesamaan sudut pandang," tegasnya.

Adapun pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mengatakan, dengan dilibatkannya masyarakat, maka setiap orang nantinya memiliki kesadaran. Yakni untuk lebih taat terhadap hukum bukan karena takut akan hukuman.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Siap-siap, PT KAI Bakal Suguhkan Kereta Panoramic

Minggu, 14 Agustus 2022 | 13:16 WIB

Haji Eko, Ksatria Sebenarnya.

Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:19 WIB

Wujudkan Parlemen Modern, Mungkinkah?

Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:05 WIB
X