Petrokimia Gresik Komitmen Wujudkan Ketahanan Pangan

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 07:42 WIB

Gresik, suaramerdeka-jakarta.com - Petrokimia Gresik kembali meluncurkan tiga pupuk baru untuk pertanian Indonesia, yaitu Petro ZA Plus, Phosgreen, dan pupuk organik Petroganik Premium. Peluncuran ditandai dengan penandatangan ketiga kemasan pupuk oleh jajaran Board of Directors (BOD) dalam acara panggung hiburan “Petrophoria 50: Beyond Infinity” di Gresik, Jawa Timur. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa, produk baru ini merupakan bentuk kontribusi Petrokimia Gresik untuk kemajuan pertanian di Indonesia dan dalam upaya bersama-sama menjaga ketahanan pangan nasional. Pupuk ini menjadi alternatif substitusi bagi petani yang membutuhkan produk ZA, SP-36 dan Petroganik yang saat ini sudah tidak lagi disubsidi oleh pemerintah sesuai Peraturan Menteri Pertanian No 10 Tahun 2022.

“Ketiganya sudah teruji baik di Kebun Percobaan Petrokimia Gresik maupun melalui demonstration plot bersama petani di beberapa daerah. Alhamdulillah hasilnya mampu meningkatkan produktivitas tanaman. Ketiga produk baru ini adalah persembahan khusus dari Petrokimia Gresik diusia emas untuk Indonesia yang akan menginjak usia ke-77 tahun ini,” ujar Dwi Satriyo.

Adapun pupuk Petro ZA Plus yang diluncurkan berbentuk kristal dan berwarna hijau, memiliki kandungan Nitrogen (N) 21%, Sulfur (S) 24%, Zinc (Zn) 1000 ppm. Keunggulan pupuk ini mampu memacu pertumbuhan jumlah anakan, tinggi tanaman, jumlah daun dan menjadikan warna daun nampak lebih hijau.

Selain itu juga meningkatkan mutu hasil panen dengan memperbaiki warna, aroma, rasa, dan besar buah/umbi, serta menjadikan tanaman lebih tahan terhadap serangan hama atau penyakit.

“Kita telah melakukan uji efektivitas bersama Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Hasil penggunaan Petro ZA Plus pada bawang merah terbukti mampu meningkatkan jumlah panen dan membawa keuntungan bagi petani,” ujar Dwi Satriyo.

Berikutnya melalui Phosgreen, Petrokimia Gresik melahirkan pupuk baru dengan kandungan Fosfat dan Kalsium masing-masing minimal 20%, serta Magnesium minimal 3% yang berfungsi memacu pertumbuhan akar, pembentukan bunga, serta meningkatkan ketahanan hasil panen sehingga mengurangi penyusutan selama penyimpanan. Phosgreen juga diperkaya dengan tambahan unsur hara Sulfur yang dapat meningkatkan mutu hasil panen.

“Pupuk ini dapat menggantikan peran pupuk SP-36 yang selama ini dibutuhkan petani,” terang Dwi Satriyo.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Transaksi Perdagangan Digital Tumbuh Lebih 50 Persen

Minggu, 14 Agustus 2022 | 12:22 WIB

LPDB-KUMKM bantu Pengembangan Usaha untuk Koperasi

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 12:08 WIB

LPDB-KUMKM Salurkan Dana Bergulir Untuk 5 Koperasi

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 11:53 WIB

Perkuat Ekosistem Cashless, BNI Gandeng Indomaret

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 11:51 WIB

Rayakan Kemerdekaan, MR.DIY Buka Toko ke-400

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:57 WIB
X