Global Blended Finance Alliance untuk Atasi Kesenjangan Pembiayaan Tujuan Pembangunan Berkelanjuta

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:04 WIB
Tantowi Yahya, Ketua Umum Yayasan UID dan Executive Lead THK Forum dalam acara 3rd Development Working Group Meeting
Tantowi Yahya, Ketua Umum Yayasan UID dan Executive Lead THK Forum dalam acara 3rd Development Working Group Meeting

DENPASAR, suaramerdeka-jakarta.com Saat ini, banyak negara di dunia, termasuk negara-negara G20 tengah menghadapi tantangan untuk mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan aksi perubahan iklim karena adanya kesenjangan dalam hal pembiayaan.

Diperkirakan kesenjangan pembiayaan TPB turun secara signifikan sekitar 70% dari USD 2,5 triliun pada 2019. Bahkan, pandemi COVID 19 membuat kesenjangan pembiayaan ini semakin besar, di mana pertumbuhan ekonomi dunia turun dari 5,5% pada 2021 menjadi 2,9% di tahun 2022.

Untuk mengatasi permasalahan pembiayaan ini, sejak Oktober 2021, para pemimpin G20 mendorong G20 Framework for Voluntary Support untuk diintegrasikan ke dalam Integrated National Financing Frameworks (INFF).

Baca Juga: Liga 1 Makan Korban Pelatih, Nyungsep di Awal Musim, Robert Rene Alberts Tak Lagi Tangani Persib

Sejak pertama kali diperkenalkan di Addis Ababa Action Agenda oleh anggota PBB di tahun 2015, INFF telah menjadi kerangka pembiayaan yang mendorong sekitar 86 negara, temasuk Indonesia, untuk menyiapkan rencana yang lebih transparan dan alat penyaluran pembiayaan untuk upaya pencapaian TPB dan aksi perubahan iklim.

Diskusi terkait pembiayaan pembangunan ini menjadi topik diskusi dalam 3rd Development Working Group Side Event berjudul Integrated National Financing Framework (INFF) yang menghadirkan perwakilan pemerintah, sektor swasta, filantropi dan pemangku kepentingan terkait di Bali Nusa Dua Conference Center (BNDCC) hari ini.

Mewakili pihak filantropi, Tantowi Yahya selaku Ketua Umum Yayasan Upaya Indonesia Damai (UID) dan Executive Lead Tri Hita Karana (THK) Forum mengungkapkan inisiatif bernama Global Blended Finance Alliance (BFA) yang bisa menjadi salah satu solusi sumber pembiayaan potensial untuk mencapai target TPB.

Baca Juga: Deloitte Umumkan Mowilex salah satu Best Managed Companies di Indonesia 2022

“Banyak negara anggota G20 menghadapi tantangan untuk bisa memenuhi target TPB di tahun 2030 mendatang. Target ini akan sangat sulit dicapai jika hanya mengandalkan APBN saja. Untuk itu, blended finance bisa menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan pembiayaan ini.”

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Sumber: Pers Rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diperhitungkan Prabowo, Ridwan Kamil Tak Mau Ge-er

Senin, 26 September 2022 | 16:52 WIB

Kelompok Buruh Samarinda Dukung Firli Maju Pilpres

Senin, 26 September 2022 | 16:38 WIB

Ketua Dewan LVRI:Pancasila,Kunci Persatuan

Senin, 26 September 2022 | 16:28 WIB

Riko Dapat Perhatian Media Ceko. Kudela: Dia Hebat!

Senin, 26 September 2022 | 11:05 WIB

FFWI XII 2022 Putuskan 54 Film Pilahan

Senin, 26 September 2022 | 08:30 WIB

Polri Pastikan Usut Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo

Minggu, 25 September 2022 | 21:58 WIB
X