Pencapresan Baru Sebatas Manuver Cek Respon Publik

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 00:35 WIB
Tangkapan layar diskusi virtual Gelora Talk bertema Peluang Partai Baru pada Pemilu 2024: Narasi vs Pragmatisme, Rabu (10/8). (Saktia Andri Susilo)
Tangkapan layar diskusi virtual Gelora Talk bertema Peluang Partai Baru pada Pemilu 2024: Narasi vs Pragmatisme, Rabu (10/8). (Saktia Andri Susilo)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Partai politik yang lebih cepat mengajukan nama calon presiden adalah mereka yang mencalonkan pimpinannya sendiri. Khususnya, parpol yang suaranya memenuhi syarat mengajukan nama capres.

"Dimana pada dasarnya, parpol tersebut bisa mendeklarasikannya sekarang," kata Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta dalam diskusi Gelora Talk bertema Peluang Partai Baru pada Pemilu 2024: Narasi vs Pragmatisme, Rabu (10/8).

Demikian pula jika koalisi parpol benar-benar terbentuk dan kemudian mencalonkan pimpinannya sebagai capres atau cawapres. Akan tetapi, hal ini berbeda dengan parpol yang mencalonkan tokoh di luar partainya.

"Sebab masih membutuhkan dua-tiga parpol untuk membentuk koalisi. Sehingga tentu memerlukan waktu yang lama untuk mencapai kesepakatan," ujarnya.

Dia menambahkan, Partai Gelora belum memfokuskan diri dalam pilpres. Sebab, Partai Gelora masih fokus pada verifikasi parpol di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Parpol peserta Pemilihan Umum 2024 baru akan ditetapkan pada 14 Desember mendatang. Sehingga, tidak realistis bila Partai Gelora terburu-buru masuk dalam pilpres," tandasnya.

Ditetapkan
Sebab, Partai Gelora memang belum sah sebagai parpol peserta pemilu. Selain itu, capres baru ditetapkan pada November tahun depan.

"Sehingga, ada jeda dan tidak akan ada suatu pencapresan definitif dari parpol dalam waktu yang cepat. Pencapresan yang ada sekarang ini hanya sebatas manuver untuk melihat respon publik di lapangan.

Sementar Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indobarometer Muhammad Qodari mengatakan, relasi antara parpol dengan pemilih seperti produk dengan konsumennya. Dimana setiap produk memiliki karakter yang cocok bagi konsumen tertentu.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Diperhitungkan Prabowo, Ridwan Kamil Tak Mau Ge-er

Senin, 26 September 2022 | 16:52 WIB

Kelompok Buruh Samarinda Dukung Firli Maju Pilpres

Senin, 26 September 2022 | 16:38 WIB

Ketua Dewan LVRI:Pancasila,Kunci Persatuan

Senin, 26 September 2022 | 16:28 WIB

Riko Dapat Perhatian Media Ceko. Kudela: Dia Hebat!

Senin, 26 September 2022 | 11:05 WIB

FFWI XII 2022 Putuskan 54 Film Pilahan

Senin, 26 September 2022 | 08:30 WIB
X