Bung Hatta, Sosok Nasionalis Penuh Keteladanan

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:47 WIB
talkshow 120 Tahun Hatta: Bangkit Bersama Literasi (Istimewa )
talkshow 120 Tahun Hatta: Bangkit Bersama Literasi (Istimewa )

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,—Proklamator kemerdekaan bangsa, Bung Hatta, merupakan sosok yang nyaris sempurna sebagai seorang pemimpin. Bung Hatta memiliki kemampuan yang seimbang yakni membaca dan menulis serta mendengar dan berbicara.

“Itu adalah contoh, kita jangan hanya mau bicara saja tanpa mau mendengarkan dan jangan juga kita hanya membaca saja, tapi tulis juga hasil bacaannya,” ujar wartawan sekaligus penulis biografi, Hasril Chaniago, dalam talkshow 120 Tahun Hatta: Bangkit Bersama Literasi yang diselenggarakan UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta secara hybrid, pada Kamis (11/8/2022).

Baca Juga: Bohong

Dia menambahkan, Bung Hatta juga merupakan sosok yang mempraktikkan nilai-nilai keagamaan yang dianutnya. Proklamator negara yang lahir pada 12 Agustus 1902 tersebut, menerapkan nilai keislaman dalam keseharian yakni tepat waktu, disiplin, jujur, sederhana, serta hemat.

Hal ini senada dengan kisah yang disampaikan putri ketiga Bung Hatta, Halida Hatta. Dia menyebut, sejak kecil ayahnya sudah mengajarkan nilai kesederhanaan dan komunikasi yang baik di dalam keluarga. Sederhana memiliki makna, makan sehat hingga kehidupan yang ditata dengan baik. Sedangkan komunikasi yang baik adalah ketika ayah, ibu, dan kedua saudarinya menjalin interaksi hangat.

Baca Juga: Tumbal

“Ketika diberi hadiah buku, itu adalah sebuah kemewahan bagi kami karena di situ kami membaca sekaligus berinteraksi. Jadi itulah hal yang mungkin sederhana tapi juga kaya. Sesuatu yang tidak berlebih dan membumi tetapi secara tidak langsung kita bisa mendapatkan pencerahan yang luar biasa,” kenangnya.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menjelaskan Bung Hatta dan Bung Karno sangat mencintai rakyatnya saat menjalankan kepemimpinan. Ketika sedang berselisih, keduanya tidak menunjukkan sedang ada masalah di depan masyarakat. Perselisihan di depan publik disebut hanya akan membuat rakyat sedih dan putus asa, serta hilangnya ide kreatif dan inovasi.

Baca Juga: Omerta

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X