Indonesia Diharapkan Bisa Menjadi Produsen Kendaraan Listrik

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 18:06 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita tengah mencoba mobil listrik beberapa waktu lalu. (Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita tengah mencoba mobil listrik beberapa waktu lalu. (Istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Tren otomotif dunia yang mulai beralih ke kendaraan listrik, dipercaya akan membawa keuntungan bagi Indonesia.

"Kalau dilihat dari pasar yang ada sekarang, di ASEAN ini kita paling besar. Bahkan dibandingkan dengan Thailand, kita lebih besar," kata Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Agus Tjahjana di Jakarta, Jumat (12/8).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia bukan cuma memiliki pangsa pasar kendaraan listrik (EV) yang besar. Namun juga tempat manufaktur kendaraan listrik.

Sementara saat menerima ratusan kendaraan listrik yang akan digunakan pada KTT G-20, dia mengatakan hal itu menunjukkan komitmen Presidensi Indonesia menjadi lead by example. Yakni untuk isu transisi energi, lingkungan dan perubahan iklim.

"Dengan berbagai kebijakan yang telah diberikan tersebut, saya berharap agar utilitas EV dapat meningkat di kalangan masyarakat. Sehingga mampu memperkuat industri otomotif dalam negeri," tuturnya.

Dengan fasilitas yang ada, pemerintah berharap EV dapat dijual di dalam negeri dengan harga yang kompetitif. Dimana tentu bisa mendorong produksi EV di Indonesia.

Produsen
Oleh karenanya, Agus Tjahjana mendorong agar Indonesia tak hanya menjadi konsumen. Sebab, Indonesia sudah seharusnya bisa menjadi produsen.

"Apalagi, Indonesia merupakan penghasil nikel nomor satu di dunia. Hal ini bisa menjadi modal Indonesia bersaing sebagai pemain utama di kendaraan listrik," tandasnya.

Dia menambahkan, mobil listrik dalam perkembangan dan menuju penggunaan batre berbasis nikel kobalt dan mangan, NCM. Apalagi, nikel Indonesia jumlahnya sangat memadai dan nomor satu di dunia.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Peta Koalisi Masih akan Berubah

Senin, 26 September 2022 | 20:38 WIB

Diperhitungkan Prabowo, Ridwan Kamil Tak Mau Ge-er

Senin, 26 September 2022 | 16:52 WIB

Kelompok Buruh Samarinda Dukung Firli Maju Pilpres

Senin, 26 September 2022 | 16:38 WIB

Ketua Umum Dewan LVRI:Pancasila,Kunci Persatuan

Senin, 26 September 2022 | 16:28 WIB

Riko Dapat Perhatian Media Ceko. Kudela: Dia Hebat!

Senin, 26 September 2022 | 11:05 WIB
X