Suplai Air Baku Pengembangan Industri Nikel di Kendari- Konawe, Kementerian PUPR Percepat Konstruksi Bendungan

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 11:25 WIB

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pembangunan Bendungan Ameroro untuk memperkuat suplai air baku dan irigasi di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sebagai daerah penyangga Kota Kendari sebagai Ibu Kota Sulawesi Tenggara, Kabupaten Konawe diperkirakan akan terus berkembang salah satunya melalui pengembangan industri nikel serta sektor pertanian, perikanan, dan peternakan yang membutuhkan air baku bersumber dari bendungan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan bendungan bertujuan untuk peningkatan volume tampungan air sehingga suplai air irigasi ke lahan pertanian terus terjaga, penyediaan air baku, dan pengendalian banjir.

Baca Juga: Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur, Menko Luhut Ajak Masyarakat Merawat dan Mengelola Laut

 

 

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata di mana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” kata Menteri Basuki.

Bendungan Ameroro memiliki kapasitas tampung 54,15 juta m3 dengan luas genangan 244,51 hektare berpotensi menambah layanan daerah irigasi seluas 3,363 hektare di Kabupaten Konawe.

Diharapkan suplai air irigasi dari bendungan dapat membantu petani meningkatkan intensitas tanamnya jika dibandingkan dengan metode tadah hujan yang hanya satu kali dalam setahun.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mayoritas Masyarakat Puas dengan Program PTSL

Kamis, 6 Oktober 2022 | 17:56 WIB

Bertemu Mardiono, Airlangga Diskusikan Sejumlah Hal

Kamis, 6 Oktober 2022 | 17:17 WIB

DPR Dorong Rusia Hentikan Perang dengan Ukraina

Kamis, 6 Oktober 2022 | 15:47 WIB
X