Kominfo Launching KIM.id, Jangkau Masyarakat Lebih Dekat

- Senin, 15 Agustus 2022 | 22:37 WIB

Palembang, suaramerdeka-jakarta.com – Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Kominfo, Usman Kansong menyampaikan bahwa dalam melakukan komunikasi publik, pemerintah perlu bertemu langsung dan menjangkau masyarakat lebih dekat. Untuk itu, pemerintah membutuhkan instrumen untuk melakukan komunikasi publik. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, Kominfo telah menyiapkan infrastruktur digitalnya dan membangun aplikasi bernama KIM.id.

“Mengingat pemerintah pusat jauh dari pemerintah daerah, KIM.id ini menjadi ujung tombak. Pemerintah perlu perpanjangan tangan langsung sampai ke masyarakat agar informasi dari pusat cepat sampai ke masyarakat,” jelas Usman dalam launching dan bimbingan teknis platform digital kemitraan bagi komunitas informasi masyarakat (KIM), di Hotel Aryaduta Palembang, Senin (15/8/2022).

Dalam wawancara didepan puluhan wartawan, Usman, mengatakan KIM dahulu merupakan singkatan dari kelompok informasi masyarakat yang merupakan transformasi dari kelompencapir. “Dulu namanya kelompencapir. Nah, sekarang diubah menjadi komunitas informasi masyarakat,” terangnya. Dinamakan komunitas karena menurutnya Kemenkominfo ingin membangun kemitraan secara luas dengan masyarakat dalam menginformasikan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah langsung kepada masyarakat.

Dijelaskan Usman pula, KIM.id dibangun agar segala informasi dan kegiatan masyarakat di daerah bisa diungggah ke dalam KIM.id sehingga masyarakat juga bisa mendapatkan informasi apa yang disampaikan KIM. “KIM ini kan anggota masyarakat. Kita ambil dari kelompok masyarakat dari daerah-daerah di kabupaten dan kota. Mereka juga akan dilatih bagaimana meng-upload informasi yang mereka sampaikan kepada masyarakat,” lanjutnya. KIM.id juga diharapkan dapat mengisi jika ada blank spot di daerah, termasuk di Sumatera Selatan. Jadi, KIM.id menjadi sangat penting karena peran dan partisipasi rakyat dalam menyampaikan informasi tentang kebijakan pemerintah bisa didukung.

Lebih lanjut, Usman menjelaskan bahwa tantangan KIM.id ke depan biasanya berkaitan dengan permasalahan digital seperti blank spot dan literasi digital masyarakat. Namun, Kominfo telah memiliki rencana untuk menanggulangi permasalahan tersebut. “Kominfo telah menyiapkan tulang punggung jaringan infrastruktur internet. Dan kita juga memiliki Ditjend Aptika yang melakukan edukasi atau literasi digital. Ini merupakan ekosistem yang kita bangun,” katanya.

Di sisi lain, agar edukasi dan literasi berjalan mulus, pihaknya juga telah melaksanakan sosialisasi kebeberapa daerah. “Itu sudah kita lakukan dan terus akan kita lakukan. Seperti kata Kepala Dinas di Sumsel sendiri tersisa 3 kota dan kabupaten yang belum terbentuk. Artinya semuanya sudah memiliki KIM.id. Jadi ini harus terus kita sosialisasikan,” kata dia. Setelah terbentuk dan berjalannya KIM.id, Usman Kansong, berharap KIM bisa menggalang dan meningkatkan partisipasi masyarakat, terhadap kebijakan pemerintah. Kemudian, KIM dapat menginformasikan kebijakan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi kepada masyarakat, sehingga KIM dapat berjalan dari masyarakat untuk masyarakat. Selain itu, Usman juga berharap melalui KIM akan terbentuk reputasi atau citra positif pemerintah dimata masyarakat secara umum.

Sebelumnya Usman juga menyampaikan bahwa pemerintah banyak memiliki aplikasi. Ada sebanyak 2.400 bekerja secara sendiri-sendiri. “Ini tentu tidak efisien karena membutuhkan biaya dan penyimpanan dana. Dengan adanya KIM diharapkan agar setiap aplikasi terintegrasi dalam satu wadah. Bisa saling terkoneksi dan terhubung bahkan dalam satu data,” jelasnya.

Terpisah, kepala dinas komunikasi dan informasi (Kominfo) Provinsi Sumsel, Ahmad Rizwan, menyampaikan bahwa Kemenkominfo, sejauh ini telah menargetkan minimal 100 juta penduduk Indonesia untuk melek digital. “Ini sudah dilaksanakan mulai 2017 selaras bersama program pemerintah provinsi Sumsel mengadakan launching platform digital. Karena mitra pemerintah dalam menyebarkan sosialisasi dan masyarakat. Dan sebagai wahana konfirmasi dari KIM ke masyarakat dan masyarakat ke KIM. Agar mudah dijangkau lapisan masyarakat. khususnya platform untuk masyarakat,” jelasnya.

Kominfo Sumsel sendiri, sejauh ini telah mendorong kabupaten kota. Dan telah terbentuk forum KIM di beberapa kabupaten kota dalam wilayah Sumatera Selatan. “Tinggal 3 kabupaten dan kota. Kita juga melakukan monitoring dan evaluasi. Dengan tujuan keberlanjutan di kabupaten kota. Kita juga memberikan kualitas dan kapasitas dalam bentuk bimbingan teknis. Dan sosialisasi. Bagaimana pentingnya peranan kelompok informasi masyarakat. kita juga melaksanakan studi banding ke kelompok masyarakat yang lebih aktif dan lebih baik. Kita juga berharap pengukuhan KIM Provinsi Sumsel untuk masa bhakti 2022-2027, segera terlaksana tidak lama lagi. Sehingga bisa bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat serta merancang dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Diserang Buzzer, Elektabilitas Puan Justru Naik

Senin, 3 Oktober 2022 | 08:42 WIB

Relawan Puan Bagikan Bantuan Pupuk Untuk Petani

Minggu, 2 Oktober 2022 | 20:13 WIB

Ikuti Parade Kebaya, Puan Jadi Sasaran Selfie

Minggu, 2 Oktober 2022 | 19:11 WIB

Gas Air Mata: All You Want To Know

Minggu, 2 Oktober 2022 | 19:00 WIB

Kejaksaan Jadi Lembaga Hukum Paling Dipercaya Publik

Minggu, 2 Oktober 2022 | 17:28 WIB
X