Day 4 Gowes Touring Bandung - Mandalika

- Senin, 15 Agustus 2022 | 22:45 WIB

Dari cerita si ibu warung, sesuai dengan namanya kupat ini berasal dari Desa Bongkok. Istimewa karena kuahnya adalah kuah kari dengan irisan tempe. Anehnya tauge yang digunakan masih dalam keadaan mentah.

Baca Juga: Kemenhub Terbitkan Empat Surat Edaran Belum Vaksin Booster Wajib Tes PCR

Usai menyantap kupat bongkok plus segelas teh manis, saya mengarahkan sepeda keluar kota Tegal melalui jalan Yos Sudarso.

Seperti ettape ke 3 kemarin (Cirebon - Tegal) jalur Tegal-Pekalongan ini konturnya hampir semua jalan datar. Jaraknya pun hanya 70 km. Tidak terlalu berat sebenarnya untuk ukuran saya.

Tapi cuaca panasnya itu yang tidak nahan. Saya memilih santai saja. Sering-sering berhenti untuk minum sekaligus beristirahat.

Sekitar pukul 10.30 saya masuk kota Pemalang. Menghindari Jalan By Pass, saya memiliih arah jalan Urip Sumoharjo untuk menikmati suasana kota Pemalang.

Baca Juga: Ini Nama-nama Anggota Paskibraka & Calon Komandan Upacara HUT Ke-77 RI di Istana Merdeka

Sedikit setelah melewati rel ada pedagang dawet ireng. Di sebelahnya ada pedagang lotek dam gorengan. Saya berhenti untuk menikmati dawet itu.

Kemudian saya mengarahkan sepeda ke arah Alun-alun menuju Jalan Jenderal Sudirman. Di perempatan Mulyoharyo ada pengamen yang sempat mengagetkan saya. Pengamen yang menggunakan kostum kuda lumping menghentakkan cemetinya ke aspal dengan sangat keras.

Di Masjid Al Ikhlas saya berhenti untuk shalat dzuhur. Usai shalat saya tidak langsung gowes melainkan memilih menyandar untuk beristirahat.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Empat Faktor Ini Cegah Politik Uang

Selasa, 6 Desember 2022 | 19:04 WIB

Ketua DPD Dorong Pekerja Sektor Digital Dilindungi

Selasa, 6 Desember 2022 | 18:42 WIB

Pemilih Muda Perlu Mendapat Perhatian Khusus

Selasa, 6 Desember 2022 | 15:28 WIB
X