Pemerintah Diminta Segera Buat Regulasi Pembatasan BBM Bersubsidi

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 15:13 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah). (Dok. pribadi)
Anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah). (Dok. pribadi)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Kelangkaan akan Pertalite di sejumlah daerah juga semakin besar. Karena itu, negara harus segera menerbitkan regulasi terhadap pembatasan pembelian BBM subsidi.

"Saya mengingatkan pemerintah agar regulasi yang diterbitkan tepat sasaran. Jangan sampai mereka yang mampu justru ikut menikmati pertalite," kata anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah), Kamis (18/7).

Menurutnya, dirinya mendukung pernyataan Ketua DPR Puan Maharani, yang meminta agar pemerintah membuat rencana cadangan. Hal itu guna mengatasi ancaman krisis pertalite yang sudah terjadi di sejumlah daerah.

"Apalagi, subsidi APBN untuk BBM juga sangat besar, yaitu Rp 502 T. Ini sangat besar dan membuat beban APBN cukup berat," ujar Puan.

Dia juga menyatakan, Negara tidak boleh membiarkan masyarakat kelas menengah ke bawah terpaksa merogoh kantong lebih. Hal itu akibat kesulitan mendapatkan BBM.

"Tentunya ini akan memberatkan masyarakat kecil. Terutama yang mata pencahariannya sangat bergantung pada BBM jenis Pertalite," tandas Ketua DPP PDIP tersebut.

Sehingga, perlu ada langkah extra ordinary untuk mengatasi krisis Pertalite. Gus Falah menambahkan, rencana cadangan yang harus direncanakan sedemikian rupa itu, harus dilaksanakan.

"Sebab kalau tidak, beban negara terhadap BBM subsidi semakin membengkak. Subsidi jangan tidak tepat sasaran. Mobil mewah beli pertalite, CC-nya besar beli Pertalite, ini harus kita pikirkan bersama," tegasnya.

Selain itu, dia juga meminta negara segera menyikapi dengan membuat regulasi yang tepat dan pro rakyat. Misalnya, yang boleh membeli BBM subsidi hanya kendaraan umum angkutan massal ataupun kendaraan roda dua. itu yang bisa membeli," ucap Sekum Bamusi DPP PDIP itu.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Semeru Awas! Hampir 2 Ribu Jiwa Mengungsi

Minggu, 4 Desember 2022 | 18:18 WIB

Prita Kemal Gani Terus Menginspirasi.

Minggu, 4 Desember 2022 | 11:46 WIB

Peneliti Asing Erik Meijaard Dilaporkan Melanggar UU

Sabtu, 3 Desember 2022 | 23:57 WIB

Gempa 6,4 Garut, BNPB Sebut Ada Warga yang Terluka

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:59 WIB
X