Genjot Produktivitas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kementan Lakukan Evaluasi Dana Dekon dan PHLN

- Rabu, 24 Agustus 2022 | 10:05 WIB
Pertemuan evaluasi kegiatan penyuluhan pertanian melalui dana dekonsentrasi dan PHLN (SIMURP) (Dok: Kementan)
Pertemuan evaluasi kegiatan penyuluhan pertanian melalui dana dekonsentrasi dan PHLN (SIMURP) (Dok: Kementan)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Untuk mencapai dan mempertahankan ketahanan pangan Nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggencarkaan dan menggalakkan pertanian di Indonesia melalui Pertemuan Evaluasi Kegiatan Penyuluhan Pertanian Melalui Dana Dekonsentrasi dan Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) pada Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) Tahun 2022 di Santika Hotel Serpong pada hari Selasa, 23 Agustus 2022.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan, bahwa program SIMURP memberikan banyak manfaat untuk petani dan penyuluh.

SIMURP mengajarkan banyak hal kepada petani. Khususnya bagaimana melakukan pertanian pintar dalam menghadapi perubahkan iklim. Termasuk bagaimana cara mengantisipasi dan menangani penyakit tanaman,” tuturnya.

Baca Juga: Menyedihkan, Kegiatan PETI Makin Massif, Ini Rekomendasi Perhapi kepada Pemerintah

Menurut Mentan, pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan ditengah banyak krisis yang sedang dihadapi Indonesia bahkan dunia, seperti Covid, konflik negara, serta climate change. Maka pertanian harus terus berjalan demi terjaganya ketahanan pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nusyamsi saat membuka pertemuan tersebut mengatakan, penyuluhan pertanian telah berkontribusi besar terhadap peningkatan produktivitas pertanian sehingga Indonesia dapat mencapai sistem pertanian yang tangguh.

"Ini dibuktikan dengan diterimanya penghargaan Swasembada Beras Tahun 2019-2021 dari International Rice Research Institute (IRRI) kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada tanggal 14 Agustus 2022 lalu," ujarnya.

Baca Juga: PLN Ajak Industri Terlibat dalam Menyediakan Energi Hijau

Dedi Nursyamsi menambahkan, keberhasilan tersebut karena petani menerapkan inovasi tekologi dan gencarkan kegiatan penyuluhan. "Evaluasi ini bertujuan mengetahui sejauh mana peningkatan kegiatan penyuluhan pertanian secara keseluruhan. Hingga saat ini jumlah penyuluh dengan jumlah desa masih jauh dari ideal. Yang seharusnya satu desa satu penyuluh, tapi kenyataannya sekarang satu penyuluh 2 desa bahkan bisa lebih.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Sumber: Pers Rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mahasiswa Apoteker dan UTA '45 Serukan Boikot PN UKAI

Kamis, 1 Desember 2022 | 22:05 WIB

Data Berbasis Desa Penting untuk Pembangunan Daerah

Kamis, 1 Desember 2022 | 19:16 WIB

KLHK Raih Peringkat Pertama SDGs Action Awards 2022

Kamis, 1 Desember 2022 | 16:36 WIB
X