Genjot Produktivitas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kementan Lakukan Evaluasi Dana Dekon dan PHLN

- Rabu, 24 Agustus 2022 | 10:05 WIB
Pertemuan evaluasi kegiatan penyuluhan pertanian melalui dana dekonsentrasi dan PHLN (SIMURP) (Dok: Kementan)
Pertemuan evaluasi kegiatan penyuluhan pertanian melalui dana dekonsentrasi dan PHLN (SIMURP) (Dok: Kementan)

Namun kini dengan memanfaatkan IT, kekurangan tenaga juga keuangan cukup dapat teratasi, sepanjang daerah itu masih mendapatkan signal maka program pemyuluhan dapat tetap berjalan," paparnya.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, kegiatan SIMURP utamanya ditujukan untuk membangun resiliensi ketangguhan pertanian Indonesia terhadap Climate Change. "Oleh karena itu, di dalam SIMURP disajikan berbagai inovasi teknologi yang betul-betul adaptif dan mitigatif terhadap perubahan iklim yang terjadi. Juga mampu beradaptasi dari cekaman biotik yaitu tahan hama penyakit, maupun abiotik yaitu kekeringan dan banjir dan intrusi air laut. Selain itu teknologi yang mitigatif yang mampu meminimalkan emisi gas rumah kaca, rendah emisi metan seperti dodokan dan sebagainya", jelasnya.

Baca Juga: Pegiat Perhutanan Sosial Dukung Kebijakan KHDPK

Sementara itu, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bustanul Arifin Caya mengatakan, penerapan program SIMURP berdampak pada produktivitas pertanian yang signifikan mencapai 30% hingga 45%. Dengan penerapan CSA (Climate Smart Agriculture) terbukti ramah lingkungan, menekan kerusakan lingkungan sebab dari bahan agro kimia seperti resilen pestisida dan logam berat.

"Program SIMURP untuk tahun ini lokasinya belum diperluas, tergantung pada respon serta kesiapan daerah masing-masing, bila ada daerah progresif dan berinisiatif, dapat diusulkan untuk dimasukkan dalam program," tegasnya. (nd)

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Sumber: Pers Rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nikmati Keindahan Pacitan Bersama DAMRI

Jumat, 3 Februari 2023 | 13:50 WIB

Ikrar Petani MSP Tolak Impor Beras oleh Pemerintah

Jumat, 3 Februari 2023 | 11:17 WIB
X