Pemerintah Diminta Terapkan Harga Dasar di Komoditas Sawit

- Senin, 29 Agustus 2022 | 21:06 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat kunjungan kerja ke petani sawit di daerah Kandis, Kampung Libo Jaya, Siak, beberapa waktu lalu. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat kunjungan kerja ke petani sawit di daerah Kandis, Kampung Libo Jaya, Siak, beberapa waktu lalu. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Perpanjangan tarif pungutan ekspor (PE) 0 persen, ternyata tidak dinikmati oleh semua petani. Meski ada hubungan dengan tarif PE, tetapi tidak 100 persen.

"Karena harga sawit ditentukan harga penetapan," kata Direktur Eksekutif Sawit Watch Achmad Surambo, Senin (29/8).

Sebab dalam pertanian sawit, harga Tandan Buah Segar (TBS) ditentukan oleh pemerintah daerah. Dalam model seperti ini, petani swadaya paling rentan.

"Dan akan sulit mendapatkan harga TBS yang layak. Untuk itu, agar petani sawit lebih sejahtera, Achmad mengusulkan diberlakukan harga dasar di samping harga penetapan," ujarnya.

Hal itu mencontoh komoditas lain, seperti padi, dimana ada harga dasar yang disusun dari komponen produksi. Sehingga bisa gunakan harga dasar mendampingi harga penetapan.

"Kenyataannya, harga penetapan TBS di tiap daerah berbeda. Namun jika ada harga dasar, artinya ada patokan yang layak bagi petani," tandasnya.

Sinergi
Achmad juga menyoroti kurangnya sinergi dan implementasi dari Inpres No. 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Tahun 2019-2024. Dalam catatannya, dari 25 provinsi yang memiliki tutupan sawit, hanya 9 provinsi yang sudah menurunkan menjadi Perda.

"Yang aksi nasional lebih integratif, sayangnya di daerah, baru beberapa provinsi saja yang mengikuti lima komponen dalam Inpres tersebut," tegasnya.

Selama ini, kata dia, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai masih rendah. Sehingga, program sawit nasional belum dilaksanakan di daerah dan belum disosialisasikan dan bermanfaat bagi petani.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Lagi, Sido Muncul Bantu Cianjur

Selasa, 6 Desember 2022 | 06:33 WIB

Perpusnas Sejahterakan Masyarakat

Senin, 5 Desember 2022 | 15:46 WIB
X