Pemerintah Diminta Terapkan Harga Dasar di Komoditas Sawit

- Senin, 29 Agustus 2022 | 21:06 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat kunjungan kerja ke petani sawit di daerah Kandis, Kampung Libo Jaya, Siak, beberapa waktu lalu. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat kunjungan kerja ke petani sawit di daerah Kandis, Kampung Libo Jaya, Siak, beberapa waktu lalu. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)

Sebelumnya, pemerintah melalui Komite Pengarah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) berkomitmen mendukung sektor perkebunan kelapa sawit sebagai salah satu komoditas strategis nasional.

Adapun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendukung sektor perkebunan kelapa sawit. Yakni sebagai salah satu komoditas strategis nasional.

"Pemerintah melihat industri sawit yang berkelanjutan dan juga mensejahterakan petaninya. Perpanjangan Tarif PE sebesar US$0 dimaksudkan untuk menjaga momentum saat ini," tegasnya.

Manfaat
Dimana harga crude palm oil (CPO) mulai stabil, harga minyak goreng mulai turun dan harga TBS yang mulai meningkat. Sehingga membuat petani atau pekebun mulai merasakan manfaatnya.

Dalam rapat Komite Pengarah BPDPKS pada Minggu (28/8), diperoleh keputusan yang telah menyetujui lima hal. Yakni perpanjangan tarif PE sebesar 0 dolar AS untuk semua produk sampai dengan 31 Oktober mendatang.

Kemudian, penambahan alokasi biodiesel tahun 2022; pembangunan pabrik minyak makan merah (3M); dukungan percepatan peningkatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Terpisah, Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah Redjalam mengatakan, percepatan program PSR, harus ditekankan. Hal itu harus didahulukan daari lima komitmen pemerintah untuk mendukung sektor perkebunan kelapa sawit sebagai salah satu komoditas strategis nasional.

"Sebab, program itu akan mendukung peningkatan kesejahteraan petani sawit. Sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Ditegaskan, komitmen itu adalah paling utama harus dikawal. Sehingga dapat mendukung kesejahteraan petani sawit.

Kurang Maksimal
Piter menegaskan, selama ini program tersebut kurang maksimal. Selain itu juga belum mampu diwujudkan oleh pemerintah.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Pertagas Raih 4 Penghargaan CSR & PDB Award 2023

Rabu, 1 Februari 2023 | 18:57 WIB

Gudang Kripto Gandeng Mahasiswa UNJ Bangun Negri

Rabu, 1 Februari 2023 | 15:48 WIB

Aliando Syarief Sambangi Coach Rheo

Rabu, 1 Februari 2023 | 10:48 WIB

Rian Ernest Resmi Jadi Kader MKGR

Selasa, 31 Januari 2023 | 22:21 WIB
X