Penguatan Isu Lingkungan Mengemuka Dalam Pertemuan Ketiga EDM-CSWG & JECMM

- Jumat, 2 September 2022 | 15:05 WIB
Penutupan The 3rd Environment Deputies Meeting and Climate Sustainability Working Group (3rd EDM-CSWG) Presidensi G20 di Bali, 31 Agustus 2022. ist
Penutupan The 3rd Environment Deputies Meeting and Climate Sustainability Working Group (3rd EDM-CSWG) Presidensi G20 di Bali, 31 Agustus 2022. ist

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com - Rangkaian kegiatan The 3rd Environment Deputies Meeting and Climate Sustainability Working Group (3rd EDM-CSWG) Presidensi G20 Indonesia ditutup dengan Joint Environment and Climate Ministerial Meeting (JECMM) yang digelar pada 31 Agustus 2022 lalu, di Bali, dipimpin oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.

Pertemuan 3rd EDM-CSWG dihadiri oleh 211 delegasi telah terdaftar, 172 Delegasi secara luring dan 39 Delegasi daring yang terdiri dari negara anggota G20, negara undangan, serta perwakilan dari Organisasi Internasional sebagai observer. Sedangkan Pertemuan JECMM dihadiri oleh 362 delegasi telah terdaftar, 330 Delegasi secara luring dan 32 Delegasi daring.

Terdapat tiga isu prioritas yang dibahas dalam sidang 3rd EDM-CSWG, yaitu: pemulihan lingkungan yang lebih berkelanjutan; peningkatan aksi berbasis daratan dan lautan dalam perlindungan lingkungan hidup dan tujuan pengendalian iklim; dan peningkatan mobilisasi sumber daya dalam perlindungan lingkungan hidup dan tujuan pengendalian iklim.

Para Menteri dan delegasi menanggapi bahwa dalam situasi pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia membuat perekonomian global rapuh, sehingga berdampak pada isu lingkungan hidup dan perubahan iklim. Khususnya krisis iklim, penurunan keanekaragaman hayati, serta konflik dan ketegangan geopolitik dunia.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK selaku Chair EDM, Sigit Reliantoro menyambut baik partisipasi para delegasi yang sudah menyampaikan masukan untuk rancangan komunike yang sedang disusun. Menurutnya, selama dua kali pertemuan EDM-CSWG di Yogyakarta dan Jakarta lalu, semua delegasi telah mendiskusikan berbagai isu prioritas untuk mencapai visi dan tujuan yang sama.

Antara pertemuan kedua dan ketiga ini, diawali dengan rangkaian intersession meeting untuk membahas draft kesepakatan terkait isu lingkungan dan kelestarian iklim. Tercatat, sebanyak sembilan intersession meeting EDM dan lima kali intersession meeting untuk CSWG. Selain intersession meeting, dilakukan pula tiga kali pertemuan untuk membahas kemungkinan keterkaitan antara isu lingkungan dan kelestarian iklim.

Beberapa inti kesepakatan isu lingkungan (EDM) yang dibahas pada penutupan ini diantaranya mengurangi dampak degradasi lahan dan kekeringan; meningkatkan perlindungan, konservasi, dan restorasi ekosistem lahan dan hutan yang berkelanjutan untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan kehilangan keanekaragaman hayati serta kerusakan lahan; meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak, peningkatan kapasitas, berbagi pengalaman/pembelajaran, dan pembuatan kebijakan/perjanjian multilateral yang berdasar pada alam dan berbasis ekosistem.

Selain itu, para delegasi membahas mengenai upaya mengurangi pencemaran dan kerusakan lingkungan, pengelolaan limbah, pengelolaan sumber daya air berkelanjutan, pengendalian sampah laut, serta konservasi laut.

Air menjadi isu penting dalam kesepakatan yang dicapai yaitu menggunakan pengelolaan air yang berkelanjutan secara terintegrasi. Dampak kekeringan yang terjadi di berbagai belahan dunia menjadi perhatian Negara G20 sehingga perlu teknologi yang mendukung serta berbagai keahlian yang dapat dipertukarkan masing-masing negara.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Semeru Awas! Hampir 2 Ribu Jiwa Mengungsi

Minggu, 4 Desember 2022 | 18:18 WIB

Prita Kemal Gani Terus Menginspirasi.

Minggu, 4 Desember 2022 | 11:46 WIB

Peneliti Asing Erik Meijaard Dilaporkan Melanggar UU

Sabtu, 3 Desember 2022 | 23:57 WIB

Gempa 6,4 Garut, BNPB Sebut Ada Warga yang Terluka

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:59 WIB
X