Denny Kailimang; Dakwaan pada Togar Sitanggang Dinilai Salah Alamat

- Selasa, 6 September 2022 | 12:46 WIB
Denny Kailimang; Dakwaan pada Togar Sitanggang Dinilai Salah Alamat (Benny Benke )
Denny Kailimang; Dakwaan pada Togar Sitanggang Dinilai Salah Alamat (Benny Benke )

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com, -- Terjadinya kelangkaan dan gejolak minyak goreng pada awal 2022 bukan disebabkan oleh aktivitas ekspor crude palm oil (CPO). Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung RI dinilai juga telah melakukan kekeliruan dakwan kepada salah satu terdakwa kasus ekspor minyak goreng, Pierre Togar Sitanggang, sebagai General Manager Musim Mas Group.

"Ekspor CPO bukanlah biang keladi dari kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng, sebagaimana dinarasikan oleh Kejaksaan Agung RI selama ini," kata Denny Kailimang, kuasa hukum Pierre Togar Sitanggang, saat menyampaikan eksepsi pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (6/9/2022).

Baca Juga: Ferdy Sambo dan Wajah Kepolisian Kita

Denny Kailimang menambahkan, bahkan Kejaksaan menurut dia, terlalu memaksaan kasus ini. "Mungkin Jaksa Agung terlanjur lapor sama bosnya, dalam hal ini presiden, kalau akan ada pengungkapan kasus mafia migor, " katanya lagi dalam jeda sidang pembacaan eksepsi. 

Denny menyampaikan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan data tersebut, pada awal tahun 2022 terjadi penurunan volume ekspor CPO dan produk turunannya secara signifikan. Dibandingkan dengan ekspor periode yang sama tahun 2021 (YoY), penurunan volume ekspor CPO sebanyak 1.437.554 ton dibanding pada triwulan pertama tahun 2022.

Baca Juga: Ferdy Sambo dan Kekuasaan.

Denny menguraikan fakta bahwa jika produksi CPO pada triwulan pertama tahun 2022 dikurangi ekspor, sesungguhnya masih tersedia sekitar 6,8 juta ton stok CPO/minyak goreng. "Jumlah itu lebih dari cukup untuk konsumsi di dalam negeri. Sehingga ekspor CPO bukanlah biang keladi dari kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng, sebagaimana dinarasikan oleh Kejaksaan Agung RI selama ini," katanya menegaskan kembali.

Dalam pembacaan eksepsinya, Denny juga mengatakan kelangkaan dan gejolak itu lebih disebabkan karena adanya tindakan penimbunan stok minyak goreng yang dilakukan berbagai pihak di dalam negeri mulai dari produsen sampai distributor.

Baca Juga: Bohong

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Sumber: minyak goreng murah, Presiden Jokowi, kejaksaan, jaksa

Artikel Terkait

Terkini

Jalan Tol Akses Patimban Ditargetkan Rampung 2024

Jumat, 27 Januari 2023 | 12:46 WIB

LMK Pelari Nusantara Beri Tali Asih Haji Ukat.

Jumat, 27 Januari 2023 | 09:55 WIB
X