Menteri BUMN Erick Thohir Resmikan Pameran Pasar Kopi di Eropa

- Selasa, 6 September 2022 | 16:13 WIB
Menteri Erick meresmikan Pasar Kopi di Amsterdam (Dok: Perkebunan Nusantara)
Menteri Erick meresmikan Pasar Kopi di Amsterdam (Dok: Perkebunan Nusantara)

AMSTERDAM, suaramerdeka-jakarta.com – Menteri BUMN Erick Thohir menyempatkan diri membuka pameran Pasar Kopi yang digelar Roemah Indonesia BV dan Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara, di Posthoornkerk, Amsterdam, Belanda, pada Sabtu (3/9/2022). Pasar Kopi merupakan agenda terakhir Erick dalam kunjungan kerja di Belanda.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Pasar Kopi tersebut bertujuan mengangkat posisi Indonesia agar menjadi aktor penting dalam rantai suplai perdagangan kopi Indonesia di tingkat internasional. Dalam event itu, ucap Erick, Indonesia membawa sampel kopi sebanyak lebih dari setengah ton dengan 97 jenis kopi, mulai dari green bean hingga produk turunannya. Kopi-kopi tersebut, berasal dari 11 daerah, yakni Ijen, Gayo, Mandailing, Karo, Lampung, Kerinci, Java Preanger (area Garut dan Bandung), Dieng, Bali Kintamani, Flores, dan Toraja.

"Agenda bertajuk Indonesian Coffee Market; Coffee Revolution ini sangat bagus karena membawa pengunjung mengenal lebih jauh tentang perjalanan kopi nasional. Sambil mencoba beragam kopi asli hasil perkebunan Indonesia, mereka juga akan disuguhkan pameran sejarah produksi kopi, serta berbagai jenis kopi dan produk turunannya," ujar Erick saat membuka Pasar Kopi di Posthoornkerk, Amsterdam, Belanda, Sabtu (3/9/2022).

Baca Juga: Viral Postingan Gejayan Memanggil Soal Kenaikan Harga BBM: Panjang Umur Perlawanan!

Selain mengupayakan pemasaran kopi dengan nilai tambah yang lebih baik agar penjualan ekspor meningkat secara signifikan, Erick menilai keragaman dan kesinambungan kopi terhadap alam, serta keberlanjutannya di masa depan juga  dinarasikan dengan baik.

Erick menyampaikan BUMN mendukung penuh kebangkitan industri kopi nasional. Hal ini ia tunjukan pada pada awal 2022 dengan meluncurkan inisiatif Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara.

Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan produktivitas kopi dalam negeri dengan skema program Makmur yang selama ini telah diterapkan di komoditas lain, seperti padi, tebu, dan jagung. Tujuan dari PMO Kopi Nusantara, kata Erick, adalah untuk memperbaiki ekosistem bisnis kopi dari hulu hingga hilir.

Baca Juga: Kapolres Pandeglang Bagikan Paket Sembako Pada Tukang Ojek

"Inilah pentingnya kita harus percaya membangun ekosistem Indonesia di mana kita banyak sekali mempunyai keunggulan di berbagai macam jenis kopi," ucapnya.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Sumber: Pers Rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inklusi Sosial Dorong Pelaku UMKM Kreatif

Rabu, 30 November 2022 | 15:10 WIB

KPK Pantau Investasi Telkomsel ke GOTO

Rabu, 30 November 2022 | 11:31 WIB

Tunjuk Laksamana Yudo, Alasan Jokowi Rotasi Matra

Selasa, 29 November 2022 | 18:51 WIB

KPI Siapkan 13 Inisiatif ESG pada 2023

Selasa, 29 November 2022 | 12:10 WIB

Tumben, Tiket KA Nataru Sepi Peminat, Kurang Laris

Senin, 28 November 2022 | 22:42 WIB
X