Menhub Minta Kolaborasi dengan IATA Ditingkatkan

- Selasa, 6 September 2022 | 16:19 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Regional Vice President IATA Phillip Goh (Dok: Kemenhub)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Regional Vice President IATA Phillip Goh (Dok: Kemenhub)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerima audiensi para delegasi dari Asosiasi Perusahaan Penerbangan Internasional/International Air Transport Association (IATA) yang dipimpin oleh Regional Vice President IATA Phillip Goh, untuk membahas penguatan kerja sama di sektor penerbangan.

“Kolaborasi dengan IATA selama ini sudah berjalan dengan baik. Ke depannya akan terus diperkuat dalam upaya bersama memulihkan industri penerbangan yang mulai bangkit dari pandemi Covid-19,” ujar Menhub, Senin (5/9).

Menhub menjelaskan, selama ini sejumlah kerja sama dengan IATA telah dilakukan, diantaranya yakni: terkait kelestarian lingkungan di sektor penerbangan, penguatan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, pelatihan khusus terkait pengelolaan bisnis di sektor penerbangan, dan lain sebagainya.

“Ke depan kami meminta IATA untuk bisa memberikan kuliah umum kepada para taruna-taruni sekolah penerbangan di lingkungan Kemenhub. Hal ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan para taruna-taruni tentang bisnis penerbangan,” tutur Menhub.

Baca Juga: Edukasi Safety Riding hadapi Karakter Produk Baru

Lebih lanjut, Menhub mengajak maskapai internasional untuk menerbangi sejumlah bandara internasional yang ada di Indonesia, baik untuk penumpang maupun kargo, seperti: Bandara Soekarno Hatta, Bandara Kertajati (penerbangan umroh dan kargo), Bandara Juanda, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bandara Hang Nadim, Bandara Sam Ratulangi, Bandara Zainuddin Abdul Madjid, Bandara Kualanamu, Bandara Hasanuddin, Bandara Yogyakarta, Bandara Sultan Iskandar Muda, Bandara Minangkabau, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Bandara Sultan Syarif Kasim II, dan Bandara Sentani (penerbangan kargo).

Pada kesempatan yang sama, Phillip Goh menyampaikan apresiasi kepada Menhub dan jajaran Ditjen Perhubungan Udara, yang selama ini telah berkontribusi mendukung pemulihan industri penerbangan, baik skala nasional maupun global. “Dukungan pemerintah Indonesia melalui Kemenhub sangat diapresiasi oleh komunitas penerbangan internasional, khususnya kesigapan dalam memitigasi masalah-masalah yang dihadapi industri penerbangan,” ucapnya.

Ia menyatakan, pihaknya akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah Indonesia, untuk bersama-sama menghadapi tantangan di industri penerbangan.

Baca Juga: Teken Kontrak Rp 22 Miliar Dengan Biji Kakao, Mikael Jasin Siap Bawa Kopi Indonesia Mendunia

Dalam pertemuan tersebut, delegasi IATA memaparkan informasi terbaru terkait industri penerbangan global, dimana momentum pemulihan lalu lintas penerbangan global mulai menguat. Pada Juni 2022, lalu lintas penerbangan domestik maupun internasional sudah mencapai rata-rata 70% jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi (tahun 2019). Dengan rincian, lalu lintas penerbangan domestik mencapai 81% dan lalu lintas penerbangan internasional mencapai 65%.

Pihak IATA juga menjelaskan, pemulihan di sektor penerbangan di kawasan Asia Pasifik bisa berlangsung lebih cepat, namun masih terhambat beberapa hal seperti: kurangnya kapasitas pesawat dan sumber daya manusia akibat dampak pandemi Covid-19. Menurut IATA, permasalahan ini dihadapi oleh sejumlah negara, dimana permintaan penerbangan terus meningkat melampaui jumlah kursi yang tersedia.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Plt Dirjen Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono dan jajaran Ditjen Perhubungan Udara. (nd)

Baca Juga: Menteri BUMN Erick Thohir Resmikan Pameran Pasar Kopi di Eropa

Editor: Budi Nugraha

Sumber: Pers Rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Pesawaran Bawa Sulam Jelujur ke New York

Sabtu, 4 Februari 2023 | 19:15 WIB

Prakiraan Cuaca Jabodetabek Besok 5 Februari 2023

Sabtu, 4 Februari 2023 | 15:14 WIB

LMK Pelari Datang, Revolusi Royalti Menjelang.

Sabtu, 4 Februari 2023 | 07:55 WIB

ASEAN Tak Boleh Menjadi Proksi Pihak Mana Pun

Jumat, 3 Februari 2023 | 22:16 WIB
X