Sebelum Harga BBM Naik, Optimisme Konsumen Tetap Terjaga, Masyarakat Tak Mau Konsumtif

- Selasa, 6 September 2022 | 16:44 WIB

BANDUNG, jakarta.suaramerdeka.com - Tingkat optimisme masyarakat di Jabar, berdasarkan survei konsumen, dinilai cukup menggembirakan atas kondisi perekonomian saat ini.

Hanya saja, survei yang dilakukan BI setempat itu dilakukan pada Juli lalu sebelum kenaikan harga BBM subsidi dilakukan. Dalam survei yang baru dirilis Selasa (6/9/2022) itu, angkanya berada di level 105,7.

Meski optimis, angka itu menunjukan adanya kecenderungan menurun mengingat pada bulan sebelumnya, nilainya lebih baik karena berada di level 115,1.

Menurut Kepala Bank Indonesia Jabar, Herawanto, kondisi itu menunjukan optimisme masyarakat yang tetap terjaga.

Baca Juga: BI Jabar: Pangsi Bakal Jadi Andalan Atas Persoalan Ketahanan Pangan

"Ini didorong masih kuatnya ekspektasi masyarakat atas kondisi ekonomi ke depan di tengah potensi tekanan inflasi. Mitigasi tekanan inflasi ini yang perlu jadi atensi," katanya dalam keterangan yang diterima.

Untuk itu, diperlukan upaya sinergi dari seluruh pemangku kepentingan dan pihak lainnya termasuk pelaku usaha dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi sehingga dapat menjaga keyakinan konsumen terhadap kondisi perekonomian ke depan.

Hanya saja, ada kecenderungan menarik bahwa masyarakat lebih memilih meningkatkan alokasi pendapatannya untuk ditabung dibandingkan mengeluarkannya untuk kepentingan konsumtif.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Inflasi, BI DKI Jakarta Pantau Stok Pangan di Pasar Tradisional

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nikmati Keindahan Pacitan Bersama DAMRI

Jumat, 3 Februari 2023 | 13:50 WIB

Ikrar Petani MSP Tolak Impor Beras oleh Pemerintah

Jumat, 3 Februari 2023 | 11:17 WIB
X