Soal BBM, Adian Sarankan Kader Partai Demokrat Belajar Matematika dan Sejarah

- Rabu, 7 September 2022 | 18:43 WIB
Politikus PDIP Adian Napitupulu. Foto: Instagram Adian.
Politikus PDIP Adian Napitupulu. Foto: Instagram Adian.

JAKARTA- Anggota DPR RI Fraksi PDIP Adian Napitupulu memberikan pernyataannya soal perbandingan kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM di dua era presiden.

Dia menilai, di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) total kenaikan harga BBM (Premium) Rp 4.690, sementara di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) total kenaikan BBM jenis Premium/Pertalite Rp 3.500.

Jadi, dilanjutkannya, SBY menaikkan BBM lebih mahal Rp 1.190 dari Jokowi. Kemudian di era SBY, upah minimum (contoh DKI Jakarta) Rp 2.200.000 untuk tahun 2013. 

"Dengan BBM harga Rp6.500 per liter maka upah satu bulan hanya dapat 338 liter perbulan. Di era Jokowi, hari ini, BBM Rp10.000 tapi upah minimum Rp4.641.000 perbulan. Dengan demikian maka di era Jokowi setiap bulan upah pekerja senilai dengan 464 liter BBM," kata Adian dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (7/9).

Baca Juga: Tak Ada Pesan Khusus Untuk Menpan RB Baru, Jokowi: Azwar Anas Sudah Ngerti

"Jadi ada selisih kemampuan upah membeli BBM antara SBY dan Jokowi sebesar 126 liter," imbuhnya.

Bahkan disampaikan Adian, di era SBY masih ada "mafia" terorganisir dan masif, yaitu Petral yang embrionya sudah ada sejak awal orde Baru yaitu tahun 1969 dan beroperasi mulai 1971. 

Sedangkan di era Jokowi Petral di bubarkan tahun 2015 atau hanya enam bulan setelah Jokowi dilantik.

Lebih jauh, Adian juga membandingkan pembangunan jalan tol sebagai salah satu infrastruktur penting dalam aktivitas ekonomi. 

Halaman:

Editor: Fauzan Jazadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ada Ojek Gratis untuk Jamaah Puncak Resepsi 1 Abad NU

Minggu, 5 Februari 2023 | 20:42 WIB

Nah, Pemalsu Freshmag Divonis 1,5 Tahun Penjara,

Minggu, 5 Februari 2023 | 18:46 WIB

Keren, Kopiko jadi sponsor utama Kopiko F1 Powerboat

Minggu, 5 Februari 2023 | 10:54 WIB
X