Kenaikan Harga BBM Momentum Maksimalkan EBT

- Kamis, 8 September 2022 | 16:29 WIB
Ilustrasi mobil listrik menggunakan energi baru terbarukan.  (Pixabay)
Ilustrasi mobil listrik menggunakan energi baru terbarukan. (Pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, menjadi momentum bagi pemerintah. Yakni untuk menata ulang subsidi dan memaksimalkan energi baru dan terbarukan (EBT).

"Pasalnya, subsidi energi yang diperuntukkan kepada masyarakat miskin semakin membengkak, lantaran tidak tepat sasaran," kata pengamat ekonomi politik Dahlan Watihellu di Jakarta, Kamis (8/9).

Menurutnya, BBM subsidi yang diperuntukkan buat masyarakat miskin, selama ini dinikmati oleh masyarakat mampu. Dan itu berlangsung sejak lama.

"Untuk itu, kebijakan menaikan harga BBM bersubsidi dan pengalihan anggaran subsidi ke bantuan langsung tunai (BLT), adalah langkah yang tepat. Namun, kebijakan ini harus dikawal agar tidak salah sasaran," ujarnya.

Dikatakan, kalaupun subsidi kemudian dicabut, tetap harus dialihkan untuk rakyat juga. Tapi untuk rakyat yang benar-benar butuh.

"Kenaikan harga minyak mentah dunia ini tidak terprediksi oleh pemerintah. Yang awalnya 90 dolar AS per barel menjadi 106,7 dolar AS per barel," tandasnya.

Ekspektasi
Kenaikan itu juga jauh di atas ekspektasi. Karenanya, pemerintah menyediakan anggaran Rp 502,4 triliun dari APBN untuk subsidi pada sektor energi.

"Karena ini sudah terlanjur, maka kita sebagai civil society harus mengawal. Supaya subsidi atau pengalihan subsidi bisa tepat sasaran," tegasnya.

Dikatakan, masyarakat terdidik seperti mahasiswa seharusnya memberikan dukungan dan solusi. Terutama atas kebijakan-kebijakan yang telah diputuskan oleh pemerintah.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Pemerintah Ajukan Kasasi Kasus KSP Indosurya

Minggu, 29 Januari 2023 | 18:28 WIB

Pos Indonesia Bantu Program ATM Beras

Sabtu, 28 Januari 2023 | 22:30 WIB
X