Wakil Komisi Energi DPR Dukung Digitalisasi Penyaluran BBM dari Kilang ke SPBU

- Senin, 12 September 2022 | 11:41 WIB
Minim Dampaknya pada Inflasi, Pengamat Apresiasi Kenaikan Harga Pertamax (Istimewa)
Minim Dampaknya pada Inflasi, Pengamat Apresiasi Kenaikan Harga Pertamax (Istimewa)

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com, - Sebagai badan usaha yang ditugaskan negara untuk menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) ke masyarakat, Pertamina berusaha agar proses produksi dan penyalurannya bisa berjalan baik, aman dan tepat sampai ke masyarakat. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan sistem digital.

Mulyanto, Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahteran, mengungkapkan sistem digital menjadi jawaban tantangan penyaluran BBM secara tepat. Penggunaan IT dan digitalisasi distribusi BBM mulai dari kilang sampai nozel SPBU mempermudah pengawasan dan ini membantu tugas tidak hanya Pertamina tapi juga Badan Pengatur Hulir Minyak dan Gas (BPH Migas).

Baca Juga: Ferdy Sambo dan Wajah Kepolisian Kita

"Saya rasa sistem ini sangat bermanfaat di era digital sekarang ini," ujar Mulyanto di Jakarta, Minggu (11/9/2022).

Pertamina diketahui telah memiliki sistem pemantauan data mulai dari produksi di hulu hingga distribusi BBM ke masyarakat lewat Pertamina Integrated Enterprise Data and Command Center (PIEDCC). Melalui sistem PIEDCC bisa terpantau aliran dari fluidanya (cairan) ataupun gas. Produk BBM yang dihasilkan dari kilang Pertamina disalurkan ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM).

Mulyanto optimistis jika perbaikan terus dilakukan, sistem saat ini sangat bermanfaat dalam pengendalian penyaluran dan volume BBM. "Melalui penyempurnaan terus-menerus, sistem ini sangat efisien untuk memonitor dan mengendalikan volume BBM," kata Mulyanto.

Baca Juga: Ferdy Sambo dan Kekuasaan.

Sistem PIEDCC merupakan upaya Pertamina dalam mengantisipasi dan mencegah terjadinya kehilangan jumlah BBM yang tidak wajar, baik mulai dari produksi di kilang, distribusi oleh truk tangki maupun kapal, hingga masuk ke SPBU dan diterima oleh masyarakat. Langkah ini juga merupakan upaya untuk efisiensi dalam produksi dan distribusi BBM

“Itu upaya yang kita lakukan untuk mengurangi losses, baik dari kilang, masuk ke kapal, masuk mobil tangki dan masuk ke SPBU. Di SPBU semua terekam, dari dispenser nomor 5 (misalnya) SPBU nanti produknya apa yang keluar, jadi kalau ada selisih bisa kelihatan,” kata Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HT Pimpin Konsolidasi & Bimtek Partai Perindo

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:46 WIB

Pengesahan RKUHP Meresahkan Kalangan Pers

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:22 WIB

KUHP Tidak Berlaku untuk Kegiatan Kemerdekaan Pers

Jumat, 9 Desember 2022 | 09:37 WIB
X