Ketua DPD RI Ungkap Potensi Ancaman Jika UUD 1945 Tak Dikembalikan ke Naskah Asli

- Rabu, 14 September 2022 | 20:52 WIB
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (baju putih) hadir di Forum Silaturahmi Rakyat Jawa Barat bertema Bersama Menegakkan Kedaulatan NKRI Kembali ke UUD 1945 Asli, Rabu (14/9/2022), di Cimahi, Kabupaten Bandung. (Dok. Media Center LaNyalla)
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (baju putih) hadir di Forum Silaturahmi Rakyat Jawa Barat bertema Bersama Menegakkan Kedaulatan NKRI Kembali ke UUD 1945 Asli, Rabu (14/9/2022), di Cimahi, Kabupaten Bandung. (Dok. Media Center LaNyalla)

CIMAHI- Bangsa Indonesia sedang menghadapi sejumlah ancaman setelah UUD 1945 ditinggalkan melalui perubahan konstitusi yang dilakukan tahun 1999 hingga 2002.

Hal demikian diungkapkan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat menyampaikan Keynote Speech di Forum Silaturahmi Rakyat Jawa Barat bertema 'Bersama Menegakkan Kedaulatan NKRI Kembali ke UUD 1945 Asli, Rabu (14/9/2022), di Cimahi, Kabupaten Bandung.

Karena itu, LaNyalla mengajak seluruh elemen menyadari ancaman-ancaman tersebut.

"Ancaman tersebut dimulai dengan penghancuran ingatan kolektif suatu bangsa dengan metode damai atau non-militer. Yaitu menjauhkan generasi bangsa itu dari ideologinya. Untuk kemudian dipecah belah persatuannya dan dipengaruhi, dikuasai dan dikendalikan pikirannya," kata LaNyalla.

Baca Juga: JAPFA Chess Festival 2022: Ervan dan Medina Sama-sama Nirgelar

Menurut dia, dengan cara ini generasi bangsa tidak memiliki kesadaran, kewaspadaan dan jati diri atau identitas, serta gagal dalam regenerasi untuk mencapai cita-cita dan tujuan nasional bangsa.

“Sesudah itu, terjadilah pencaplokan bangsa oleh bukan orang Indonesia asli yang akan dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu kuasai perekonomian, kuasai politik, dan terakhir kuasai Presiden atau Wakil Presiden," tegasnya.

LaNyalla menjelaskan, hal ini dimungkinkan karena Undang-Undang Dasar hasil perubahan 2002 telah mengubah Pasal 6 Undang-Undang Dasar 1945 dengan menghapus kata “Asli” pada kalimat; ‘Presiden Indonesia ialah Orang Indonesia Asli’.

Baca Juga: Viral Di Medsos Raja Charles III Menggerutu Karena Noda Tinta Menempel di Tangannya

Halaman:

Editor: Fauzan Jazadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPK Pantau Investasi Telkomsel ke GOTO

Rabu, 30 November 2022 | 11:31 WIB

Tunjuk Laksamana Yudo, Alasan Jokowi Rotasi Matra

Selasa, 29 November 2022 | 18:51 WIB

KPI Siapkan 13 Inisiatif ESG pada 2023

Selasa, 29 November 2022 | 12:10 WIB

Tumben, Tiket KA Nataru Sepi Peminat, Kurang Laris

Senin, 28 November 2022 | 22:42 WIB
X