Webinar FFWI 2022, Nasionalisme dan Film; Bukan Barang Tabu.

- Jumat, 16 September 2022 | 21:23 WIB
Edi Suwardi Ketua Tim Pokja Alif Direktorat Perfilman Musik dan Media (PMM) Kemendikbud Ristek RI,  (Benny Benke. )
Edi Suwardi Ketua Tim Pokja Alif Direktorat Perfilman Musik dan Media (PMM) Kemendikbud Ristek RI, (Benny Benke. )

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Di zaman dulu,  kata Nasionalisme dianggap berat dan sulit diterjemahkan dalam cerita dan bahasa gambar.

Ada kesan, diksi Nasionalisme akan memunculkan karya serius,  cenderung kaku, juga tidak bakalan laku untuk dinikmati penonton. Atau minimal berjarak dengan penontonnya.

"Padahal sebagai sebuah seni, kita tahu film tidak hanya digunakan sebagai tontonan belaka. Dan semangat Nasionalisme yang dikemas dengan pas, akan sampai di penontonnya, tanpa merasa terdoktrinasi, " kata Edi Suwardi Ketua Tim Pokja Alif Direktorat Perfilman Musik dan Media (PMM) Kemendikbud Ristek RI, saat membuka webinar seri ke III, bertema “Film dan Nasionalisme yang digagas panitia Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) Ke XII tahun 2022 yang digelar secara daring pada Jumat (16/9/2022) sore.

Baca Juga: Ferdy Sambo dan Wajah Kepolisian Kita

Edi Suwardi yang mewakili Ahmad Mahendra selaku Kepala Direktorat Perfilman dan Media, Kemendikbud Ristek RI, menambahkan, fungsi dan esensi film telah  berkembang menjadi media seni yang mampu mentransformasikan nilai-nilai kemanusiaan, religi, pendidikan, hingga nasionalisme.

Yang turunannya, katanya,  film bisa menjadi tuntunan, sekaligus menjadi tontonan yang laku untuk dinikmati penonton.

Baca Juga: Ferdy Sambo dan Kekuasaan.

"Karena itu, nilai-nilai nasionalisme  tidak lagi dianggap kaku dan tabu dimasukan dalam tema film saat ini, " kata Edi Suwardi dalam webinar yang menghadirkan Denny Siregar sebagai produser film Sayap Sayap Patah, dan Zinggara Hidayat selaku penulis buku Usmar Ismail, dan dipandu Rita Srihastuti sebagai moderator.

Lebih lanjut Edi Suwardi menjelaskan, film bertema Nasionalisme biasanya memuat pesan baik, seperti rela berkorban, menjunjung tinggi persatuan, mau saling bekerja sama,  mau saling menghormati dan menghargai  perbedaan, sekaligus selalu bangga menjadi warga negara Indonesia.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mahasiswa Apoteker dan UTA '45 Serukan Boikot PN UKAI

Kamis, 1 Desember 2022 | 22:05 WIB

Data Berbasis Desa Penting untuk Pembangunan Daerah

Kamis, 1 Desember 2022 | 19:16 WIB

KLHK Raih Peringkat Pertama SDGs Action Awards 2022

Kamis, 1 Desember 2022 | 16:36 WIB
X