Delegasi Indonesia Ajukan Sejumlah Masukan dalam P20

- Sabtu, 17 September 2022 | 01:16 WIB
Diskusi Peran Pers dalam Menyukseskan P20: Stronger Parliament for Suistainable Recovery. (Koordinatoriat Wartawan Parlemen)
Diskusi Peran Pers dalam Menyukseskan P20: Stronger Parliament for Suistainable Recovery. (Koordinatoriat Wartawan Parlemen)

BOGOR, suaramerdeka-jakarta.com - Delegasi DPR RI mengajukan sejumlah draf joint statement untuk dibahas dalam Forum P20 Summit, Oktober mendatang. Bila disetujui, usulan tersebut akan menjadi keputusan bersama.

"Masukan pertama adalah menyuarakan kebutuhan pendanaan perubahan iklim yang dijanjikan negara-negara maju, sebesar 100 miliar dolar AS," kata Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Hafiz Thohir dalam dikusi Peran Pers dalam Menyukseskan P20: Stronger Parliament for Suistainable Recovery di Bogor, Jumat (16/9).

Diskusi tersebut merupakan rangkaian Forum Komunikasi dan Sosialiasi Kinerja DPR RI. Menurutnya, Indonesia selama ini diminta mematuhi dan mengikuti Paris Agreement terhadap climate change, green economy dan sebagainya.

"Masukan kedua, mendorong World Trade Organization (WTO) untuk terus melakukan negosiasi dan memperbaiki sistem perdagangan global. Hal itu dalam rangka mencegah overfishing dan overcapacity," ujarnya.

Kemudian yang ketiga, mendukung pembentukan Financial Intermediary Fund (FIF) for Pandemic, sebagai wadah kerja sama finansial. Yakni dalam mendukung pemulihan paska pandemi.

"Adapun yang keempat adalah menyerukan penguatan peran parlemen paska pandemi. Yang sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi," tandasnya.

Bertentangan
Dikatakan, upaya-upaya pemulihan ekonomi tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi. Seperti transparansi, partisipasi publik, penyelenggaraan pemilu dan lain-lain.

Adapun Kepala Biro BKSAP Endah Tjahjani Dwirini menjelaskan, sebanyak 36 negara sudah mengkonfirmasi untuk hadir dalam P20. Dimana terdiri dari 20 ketua parlemen negara anggota G20 dan 16 ketua parlemen dari negara yang dianggap strategis untuk DPR.

"Misalnya Fiji yang menjadi Ketua Pacific Forum. Kemudian Ketua African Forum dan sejumlah negara yang bukan anggota G20," tegasnya.

Antara lain Thailand, Suriname, Singapura dan Belanda. Ketua parlemen yang juga sudah konfirmasi untuk hadir adalah Rusia dan Ukraina.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Semeru Awas! Hampir 2 Ribu Jiwa Mengungsi

Minggu, 4 Desember 2022 | 18:18 WIB

Prita Kemal Gani Terus Menginspirasi.

Minggu, 4 Desember 2022 | 11:46 WIB

Peneliti Asing Erik Meijaard Dilaporkan Melanggar UU

Sabtu, 3 Desember 2022 | 23:57 WIB

Gempa 6,4 Garut, BNPB Sebut Ada Warga yang Terluka

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:59 WIB
X