Dukungan JK Bisa Jadi Modal Airlangga Untuk Maju di 2024

- Senin, 19 September 2022 | 17:11 WIB
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto. (Istimewa)
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto. (Istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto akhirnya mendapat dukungan mantan pendahulunya, Jusuf Kalla (JK), untuk maju pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Pengamat menilai sinyal dari mantan wakil presiden dan mantan Ketum Partai Golkar itu menjadi modal bagi Airlangga untuk memperebutkan kursi presiden.

Sebelumnya, JK mengatakan, “Sering orang bertanya, ‘Bapak dukung siapa?" "Sederhana saya jawab, saya dukung calon Pak Airlangga yang bisa membawa, memimpin negeri ini menuju kemajuan, kemakmuran yang berkeadilan, itu saja,” jawab JK.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai wajar jika JK, begitu Jusuf Kalla biasa disebut, memberikan lampu hijau kepada Airlangga, walaupun JK tidak masuk dalam kepengurusan Golkar.

"Hal yang bagus-bagus saja jika Pak JK mendukung Pak Airlangga. Kenapa? Karena keduanya juga tokoh Golkar, walaupun saat ini tidak masuk kepengurusan. Artinya keduanya memang dekat. Keduanya tokoh Golkar. Karena itu saya melihat hal yang positif jika Pak JK itu mendukung Pak Airlangga," tegas Ujang, Senin (19/9/2022).

Baca Juga: Kunjungan Airlangga ke Pesantren untuk Jaga Basis Konstituen

Ujang mengungkapkan proyeksi nama pendamping sebagai calon wakil presiden (cawapres) ketika maju ke Pilpres 2024. Cawapres bisa diambil dari internal Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) atau dari eksternal. "Bisa di internal KIB. Di situ ada Zulhas, kalau Mardiono sulit ya, karena tidak dikenal. Atau dari pihak eksternal KIB," ujarnya.

Ujang menegaskan jika Airlangga maju sebagai capres dari KIB, maka akan lebih baik jika cawapres diambil dari eksternal. "Jadi kalau skemanya jika JK mendukung Airlangga dan Airlangga (menjadi) capres di KIB, maka cawapres diambil dari eksternal. Bagus-bagus saja cawapres bukan diambil dari internal, karena Zulhas tidak mengantrol elektabilitas Airlangga, maka yang mengantrol adalah dari eksternal," ungkapnya.

Menurutnya, cawapres dari eksternal diharapkan bisa mendongrak elektabilitas Airlangga. Ada beberapa nama yang bisa dipertimbangkan seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Menko Polhukam Mahfud MD.

"Itu yang bisa mendongkrak KIB atau Airlangga, Ganjar, Khofifah, Mahfud MD. Itu hal positif menurut saya seandainya skema itu terjadi. Karena ini semua masih panjang, masih dinamis, masih terus berjalan sesuai dengan perkembangan dinamika politik yang terjadi ke depan," pungkasnya.

Baca Juga: Airin Sebut Target Airlangga Presiden RI ke-8 Sangat Realistis

Halaman:

Editor: Fauzan Jazadi

Tags

Terkini

HT Pimpin Konsolidasi & Bimtek Partai Perindo

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:46 WIB

Pengesahan RKUHP Meresahkan Kalangan Pers

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:22 WIB

KUHP Tidak Berlaku untuk Kegiatan Kemerdekaan Pers

Jumat, 9 Desember 2022 | 09:37 WIB
X