Sebelum Harga BBM Naik, Kondisi Nelayan Sudah Lama Tercekik, Harus Ada Atensi Lebih

- Selasa, 20 September 2022 | 13:46 WIB
Perahu nelayan di Pantai Timur Pangandaran (dway)
Perahu nelayan di Pantai Timur Pangandaran (dway)

BANDUNG, jakarta.suaramerdeka.com - Pasca kenaikan harga BBM, nelayan termasuk yang diprioritaskan mendapat bantuan sosial terutama di Jabar. Hanya saja, sebelum kebijakan itu berlaku awal bulan ini, aktivitas keseharian nelayan sudah dihadapkan pada kesusahan.

Di antaranya, mereka sulit mendapatkan solar atau pertalite guna melaut, permodalan, hingga dermaga.

"Karena itu, jangan sampai mereka merasa dianaktirikan, mereka pasti menjerit karena itu pendekatannya perlu tepat," jelas Wagub Uu Ruzhanul saat Rakor Rencana Penyaluran BBM bavi Nelayan di Gedung Sate Bandung, Selasa (20/9/2022).

Jumlah nelayan di Jabar sendiri total sebanyak 154 ribuan orang dengan kapal yang dioperasikan 38 ribu unit. Mereka tersebar di pantai utara dan selatan yang di antaranya memanfaatkan 43 pelabuhan perikanan.

Baca Juga: Titah Jokowi Soal BLT BBM: Pembagian Bantuan Sosial Harus Mudah, Cepat, dan Tepat Sasaran

Menurut Uu, persoalan yang dihadapi nelayan adalah masih belum optimalnya keberadaan stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN). Tak jarang, mereka mencari ke SPBU umum yang lokasinya relatif jauh dari dermaga sehingga menghadirkan biaya tambahan.

Sudah begitu, hasil tangkapan pun tak pernah dinikmati secara optimal. Pasalnya, harga jualnya terbilang miring karena terjerat permodalan dari rentenir untuk operasional.

Dia pun meminta pengusaha migas benar-benar bisa ambil bagian guna ikut memberikan solusi dengan membangun SPBN. Pemprov, tegasnya, siap memberikan bantuan.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank Muamalat dan BMM Gelar Muamalat Berbagi

Senin, 6 Februari 2023 | 15:17 WIB
X