Ngeri Ngeri Sedap Datang, Oscar Menjelang?

- Jumat, 23 September 2022 | 07:50 WIB
Film Ngeri Ngeri Sedap (Instagram resmi Ngeri Ngeri Sedap (Istimewa))
Film Ngeri Ngeri Sedap (Instagram resmi Ngeri Ngeri Sedap (Istimewa))

Oleh Benny Benke.

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com, - Saat film “Drive My Car” karya Ryusuke Hamaguchi memenangi piala Oscar untuk kategori Best International Feature pada gelaran Academy Awards ke 94, 2021 lalu, publik dunia tidak terlalu kaget. Soalnya film Jepang itu, dinilai memang layak mendapatkan piala yang pada mulanya kategorinya bernama Best Foreign Language Film.

Tersebab, “Drive My Car” dinilai berhasil menyampaikan cerita dengan sangat baik, subtil dan berhasil melewati kendala bahasa. Sekaligus menempatkan film ini sebagai film kedua dari Jepang yang memenangkan kategori bergengsi ini, setelah film “Departures” tahun 2008.

Baca Juga: Adab dan Etika Politisi

Jepang sebenarnya juga telah memenangkan piala ini, saat kategorisasinya masih bernama Best Foreign Language Film. Saat sejumlah film legendarisnya superti “Rashomon” karya Akira Kurosawa, “Gate of Hell” karya Teinosuke Kinugasa, dan “Samurai I: Musashi Miyamoto” karya Hiroshi Inagaki , ditabalkan menjadi yang terbaik.

Sederhananya, menjadi pemenang bagi Jepang di ajang Oscar menjadi hal biasa. Meski "Drive My Car” saat itu bersanding dengan sejumlah film yang tak kalah bagusnya. Seperti film animasi Denmark karya Jonas Poher Rasmussen berjudul "Flee", "The Hand of God" karya Paolo Sorrentino (Italia), dari Bhutan berjudul, "Lunana: A Yak in the Classroom" karya Pawo Choyning Dorji, dan “The Worst Person in the World” dari Norwegia, karya Joachim Trier.

Baca Juga: Ferdy Sambo dan Wajah Kepolisian Kita

Sedikit mundur ke belakang, tiga tahun lalu, saat menerima Oscar untuk film berbahasa asing terbaik, yang diraih film "Parasite", sutradara asal Korea Selatan Bong Joon-ho dalam pidato kemenangannya berkata: “Setelah Anda berhasil mengatasi hambatan bahasa dalam membuat film setinggi satu inci saja, Anda akan dipertemukan dengan begitu banyak film yang sangat menakjubkan.”

Apa yang dikatakan Bong Joon-ho tampaknya diamini oleh Ryūsuke Hamaguchi. Tersebab, membuat film berbahasa non Inggris, yang kemudian dinilai oleh penonton berbahasa Inggris sangat tidak mudah. Menjadi PR tersendiri.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diperhitungkan Prabowo, Ridwan Kamil Tak Mau Ge-er

Senin, 26 September 2022 | 16:52 WIB

Kelompok Buruh Samarinda Dukung Firli Maju Pilpres

Senin, 26 September 2022 | 16:38 WIB

Ketua Dewan LVRI:Pancasila,Kunci Persatuan

Senin, 26 September 2022 | 16:28 WIB

Riko Dapat Perhatian Media Ceko. Kudela: Dia Hebat!

Senin, 26 September 2022 | 11:05 WIB

FFWI XII 2022 Putuskan 54 Film Pilahan

Senin, 26 September 2022 | 08:30 WIB

Polri Pastikan Usut Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo

Minggu, 25 September 2022 | 21:58 WIB
X