Rumah Untuk Tiap Keluarga, Kenapa Tidak

- Jumat, 23 September 2022 | 17:53 WIB

JAKARTA,suaramerdeka-Jakarta.com - Di Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (Hantaru), tercetus gagasan atau usulan trengginas, ' rumah untuk tiap keluarga. Kenapa tidak? Ya, kenapa tidak untuk mewujudkannya bagi rakyat Indonesia.

Esok, Rakyat Indonesia akan memperingati Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (Hantaru) ke-62 yang jatuh pada Sabtu (24/9/2022). Menyambut momentum tersebut, SKI (Sekretariat Kolaborasi Indonesia), organisasi masyarakat pendukung Anies Baswedan, mengingatkan pentingnya hak atas rumah bagi masyarakat perkotaan.

Berdasarkan Indikator Perumahan dan Kesehatan Lingkungan Tahun yang diterbitkan oleh BPS (2020), sekitar 38% rumah tangga di perkotaan tinggal di bangunan yang bukan merupakan milik sendiri. Persentase 'pengontrak rumah' makin signifikan di kota-kota besar. Di Jakarta, misalnya sekitar 45% rumah tangga tinggal di bangunan yang dimiliki pihak lain.

Baca Juga: DHL Express Naikkan Tarif 7,9 Persen di Indonesia Mulai Januari 2023

”Berdasarkan hasil pengumpulan aspirasi rakyat yang dilakukan SKI di wilayah perkotaan, muncul keprihatinan bahwa sejumlah besar masyarakat belum dapat memiliki rumah sendiri. Bahkan banyak pula yang terpaksa tinggal di kawasan yang kurang layak huni,” ujar Sekjen SKI, Raharja Waluya Jati, Jumat (23/9/2022) dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Jati, konstitusi Indonesia telah memberikan arahan yang jelas, bahwa tiap-tiap orang berhak atas tempat tinggal serta hidup yang layak bagi kemanusiaan. Dengan demikian, pemenuhan hak atas rumah yang layak merupakan keharusan konstitusional yang ditanggung oleh negara.

”Hak atas rumah wajib dipenuhi demi keberlangsungan hidup warga dan untuk meningkatkan martabat manusia dan kemanusiaan. Apalagi oleh bangsa yang sudah hampir seratus tahun merdeka,” lanjutnya.

Baca Juga: Kolaborasi Antar Lembaga Transportasi Mendukung LRT

Lebih lanjut Jati menyatakan, SKI menyadari peliknya masalah agraria di perkotaan. Karena itu, pihaknya menyarankan agar pemerintah mempercepat hadirnya program reforma agraria perkotaan, guna menata kembali struktur pertanahan di berbagai kota besar.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kominfo Tingkatkan Kemampuan Humas Lewat Jarkom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:36 WIB

Soal Tanam Maju, Ini Penjelasannya

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 12:44 WIB

Jelang Pilpres 2024, Parpol Mulai Tawar Menawar

Jumat, 30 September 2022 | 20:38 WIB

Ada Jejak Ukraina Pasca Gerakan 30 September

Jumat, 30 September 2022 | 17:54 WIB
X