Rumah Untuk Tiap Keluarga, Kenapa Tidak

- Jumat, 23 September 2022 | 17:53 WIB

Di sisi lain, SKI juga menyerukan agar reforma agraria perkotaan dapat menjadi isu yang diperdebatkan dalam Pemilu dan Pilpres 2024 mendatang.

”Masalah pemenuhan hak atas rumah merupakan salah satu urusan utama dari demokrasi. Kualitas Pemilu tidak diukur dari kerumitan prosedur, tapi sejauh mana gagasan untuk memperbaiki kualitas perikehidupan rakyat diperbincangkan secara tuntas,” kata dia.

Baca Juga: Jelang Laga Persib vs Persija: Fisik Pemain Macan Kemayoran Benar-benar Digembleng

Selain itu, menanggapi berkembangnya rumor di kalangan masyarakat bahwa KPK akan menjadikan Anies Rasyid Baswedan (ARB) tersangka sebagai dampak dari penyelenggaraan event internasional Formula E, SKI mengingatkan aparat agar siapapun tidak menjadikan hukum sebagai alat politik.

”Jangan sampai timbul kesan di masyarakat bahwa hukum tidak bekerja sebagaimana mestinya dan hanya menjadi alat politik. Bagi SKI, politisasi hukum harus dihindari. Seharusnya tidak ada ruang bagi manuver untuk mengubah komitmen para pendiri negara kita untuk tidak mengubah negara hukum menjadi negara kekuasaan,” jelasnya.

Seruan SKI agar hukum tidak menjadi alat politik sejalan dengan sikap yang menginginkan agar Pemilu 2024 dapat menjadi proses yang fair bagi rakyat. Jati mengingatkan, proses Pemilu sesungguhnya telah berlangsung sebelum diselenggarakannya masa pencoblosan.

Baca Juga: Timnas Thailand Digilas Malaysia di Kings Cup 2022, Mano Polking Minta Maaf

Kontestasi dalam Pemilu tidak saja terjadi saat pemilihan calon yang telah ditetapkan KPU, tetapi juga pada tahap yang lebih awal yakni masa pengusulan calon.

”Bagi rakyat, jangan sampai ada yang berusaha mengatur pertandingan, sehingga ada calon yang dihalangi dan sebaliknya ada pula calon yang dijaga. Biarkan publik memiliki calon yang dipandang mampu mewujudkan harapan rakyat,” lanjutnya.

Agar calon yang dikehendaki rakyat dapat tampil pada momen Pilpres 2024, SKI mengajak segenap warga masyarakat ikut mencermati dan mendiskusikan berbagai tindakan politik yang dianggap dapat menciderai demokrasi.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mahasiswa Apoteker dan UTA '45 Serukan Boikot PN UKAI

Kamis, 1 Desember 2022 | 22:05 WIB

Data Berbasis Desa Penting untuk Pembangunan Daerah

Kamis, 1 Desember 2022 | 19:16 WIB

KLHK Raih Peringkat Pertama SDGs Action Awards 2022

Kamis, 1 Desember 2022 | 16:36 WIB
X